Starmer Bela NATO di Tengah Ancaman Trump

Dianggap sebagai macan kertas, Donald Trump ingin AS keluar dari NATO.
Dianggap sebagai macan kertas, Donald Trump ingin AS keluar dari NATO.

JakartaPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait keanggotaannya di NATO.

Ia mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat bisa saja keluar dari aliansi militer tersebut, terlebih setelah NATO dinilai tidak mendukung rencana AS untuk menyerang Iran.

Dalam wawancaranya yang dikutip dari The Telegraph, Trump menyebut keberadaan NATO sudah tidak lagi relevan baginya. Ia bahkan menyindir aliansi tersebut sebagai “macan kertas” yang dinilai lemah dan tidak tegas. Menurutnya, sikap NATO tersebut juga sudah lama diketahui oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Trump juga mengkritik negara-negara anggota NATO karena dianggap tidak menunjukkan dukungan nyata dalam konflik, terutama karena enggan mengirim pasukan ke kawasan Selat Hormuz. Ia menilai, sebagai sekutu, dukungan tersebut seharusnya diberikan secara otomatis.

Ia kemudian membandingkan situasi ini dengan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik lain, termasuk Ukraina. Trump menegaskan bahwa AS selama ini selalu hadir membantu sekutu, meskipun menurutnya konflik seperti Ukraina bukanlah tanggung jawab utama Amerika. Namun, ia merasa negara-negara sekutu tidak memberikan timbal balik yang sepadan.

Baca Juga  Prabowo dan PM Starmer Sepakat Perkuat Kerja Sama Bilateral

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan pandangan berbeda. Ia menegaskan bahwa NATO masih menjadi aliansi pertahanan paling efektif di dunia dan telah menjaga stabilitas keamanan selama puluhan tahun.

Saat ditanya mengenai kemungkinan perubahan hubungan keamanan antara Inggris dan Amerika Serikat, Starmer menegaskan bahwa NATO tetap berperan penting dalam menjaga keamanan global. Ia juga menekankan bahwa Inggris tidak akan terlibat dalam konflik dengan Iran karena hal tersebut bukan bagian dari kepentingan nasionalnya.

Dalam konferensi pers, Starmer menyatakan bahwa meskipun terdapat berbagai tekanan dan dinamika politik, keputusan yang diambil akan selalu berfokus pada kepentingan Inggris. Ia juga menambahkan pentingnya mempererat hubungan dengan negara-negara Eropa, baik dalam bidang pertahanan maupun ekonomi.

Baca Juga  Proses Suksesi Iran, Dewan Pelindung dan Majelis Pakar Berperan

Pernyataan Starmer muncul setelah Trump kembali mengkritik NATO dan bahkan menyerang kebijakan Inggris yang memilih tidak ikut serta dalam konflik dengan Iran. Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap kekuatan militer Inggris, khususnya angkatan lautnya, yang menurutnya sudah tidak memadai.

Komentar tersebut semakin memperlihatkan perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan sekutunya terkait peran NATO serta sikap dalam menghadapi konflik global.(des*)