Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman terus menunjukkan keseriusannya dalam membangkitkan kembali sektor pertanian dengan berbagai langkah nyata di lapangan.
Salah satu contoh datang dari seorang petani cabai bernama Sawirman di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah. Ia berhasil mengubah lahan yang sebelumnya terbengkalai dan dipenuhi semak belukar menjadi area pertanian yang produktif.
Sawirman menjelaskan, lahan tersebut awalnya tidak dimanfaatkan karena dipenuhi tumbuhan liar. Ia kemudian berinisiatif menghubungi pemilik lahan untuk meminta izin mengolahnya menjadi kebun. Setelah mendapat persetujuan, lahan tersebut pun mulai digarap dan ditanami cabai.
Menurutnya, kondisi lahan memang kurang cocok untuk ditanami padi karena kesulitan sumber air. Oleh sebab itu, ia memilih menanam cabai yang dinilai lebih sesuai.
Saat ini, terdapat sekitar 9.300 batang cabai yang ditanam di lahan seluas kurang lebih satu hektare. Ia berharap hasil panen dalam waktu sekitar dua bulan ke depan bisa maksimal.
Keberhasilan ini menarik perhatian Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang turun langsung meninjau lokasi pada Senin (30/3/2026). Ia memberikan apresiasi atas upaya Sawirman dalam memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif.
Yota juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur yang masih banyak tersedia di Kota Pariaman agar bisa diolah menjadi lahan produktif, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga.
Menurutnya, langkah ini menjadi strategi penting pemerintah daerah dalam mengoptimalkan lahan terbengkalai sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di daerah.
Ia menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah, kata dia, siap menjalankan kebijakan tersebut.
Selain itu, dalam waktu dekat Pemko Pariaman juga berencana membuka sekitar 10 hektare lahan tidur lainnya untuk dijadikan sawah baru dengan biaya terjangkau.(des*)










