Demam, Mual, dan Sakit Tenggorokan, Kenali Minuman yang Aman Dikonsumsi

Minum air es saat demam, sebenarnya boleh saja tapi tidak terlalu disarankan.
Minum air es saat demam, sebenarnya boleh saja tapi tidak terlalu disarankan.

Jakarta – Saat mengalami demam, banyak orang cenderung memilih minum air es untuk meredakan rasa panas. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar aman, atau sebaiknya dihindari?

Memastikan tubuh tetap terhidrasi menjadi hal paling penting ketika demam. Tubuh kehilangan cairan melalui keringat, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Meski demikian, suhu minuman yang dikonsumsi juga memengaruhi kenyamanan saat proses pemulihan.

Menurut Welly, demam adalah respons alami tubuh untuk melawan infeksi. Saat suhu tubuh naik, cairan akan lebih cepat keluar, sehingga pemenuhan kebutuhan cairan menjadi kunci utama pemulihan—baik minuman hangat maupun dingin.

Data dari Biology Insights menyebutkan, tubuh bisa kehilangan cairan hingga 17–35 ons per hari saat demam. Kehilangan ini bisa bertambah jika disertai muntah atau diare, sehingga kebutuhan cairan dan elektrolit meningkat.

Air dingin memang memberikan sensasi sejuk sesaat, namun tidak signifikan menurunkan suhu inti tubuh. Sistem pengatur suhu tubuh akan menyesuaikan diri secara alami. Bahkan, pada beberapa orang, minum air terlalu dingin dapat memicu menggigil, sehingga tubuh justru menghasilkan panas tambahan dan menambah ketidaknyamanan.

Baca Juga  Jus dan Minuman Alami untuk Lawan Badan Lelah

Minum air es terlalu cepat atau saat suhu tubuh tinggi juga bisa menimbulkan beberapa keluhan, antara lain:

Mual dan muntah
Tenggorokan terasa iritasi
Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah sementara
Energi tubuh teralihkan untuk menghangatkan tubuh

Mengutip Science Insights, minuman sangat dingin dapat membuat pembuluh darah di tenggorokan menyempit sementara. Efek ini bersifat singkat, tapi bisa memperburuk rasa tidak nyaman, terutama jika demam disertai sakit tenggorokan atau masalah pencernaan.

Kapan air dingin masih bisa digunakan?
Pada kondisi seperti nyeri tenggorokan, minuman dingin atau es batu bisa memberi sensasi kebas sementara yang meringankan rasa sakit. Namun, hal ini hanya untuk meredakan gejala sesaat dan tidak mempercepat penyembuhan.

Sebaliknya, untuk keluhan seperti hidung tersumbat atau lendir kental, minuman hangat lebih dianjurkan karena membantu mengencerkan lendir dan menenangkan saluran pernapasan.

Beberapa jenis minuman yang lebih disarankan saat demam antara lain:

Baca Juga  Cuka Apel untuk Diet, Berapa Takaran Ideal yang Disarankan?

Air putih suhu ruang
Air hangat
Teh herbal
Minuman elektrolit, terutama bila terjadi dehidrasi berat

Minuman dengan suhu hangat atau normal lebih mudah diterima tubuh, tidak memicu reaksi refleks, dan efektif menjaga hidrasi.

Kesimpulannya, minum air es saat demam tidak membahayakan selama tubuh dapat menoleransinya. Namun, untuk mendukung pemulihan yang optimal, air suhu ruang atau hangat lebih dianjurkan, terutama jika disertai mual, sakit tenggorokan, atau gangguan pencernaan. Fokus utama tetap pada pemenuhan cairan, bukan suhu minuman.(BY)