Tradisi dan Peluang Ekonomi di Ajang Ayam Kukuak Balenggek

Bupati Jon Firman Pandu diacara Lomba Ayam Kukuak Balenggek.
Bupati Jon Firman Pandu diacara Lomba Ayam Kukuak Balenggek.

SolokBupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan Ayam Kukuak Balenggek, jenis ayam langka khas Kabupaten Solok, bukan hanya sekadar hewan peliharaan, melainkan juga bagian penting dari warisan budaya yang wajib dijaga dan dilestarikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Jon saat menghadiri Lomba Ayam Kukuak Balenggek Aika Salimpek Saiyo Sakato Cup II Tahun 2026 yang digelar di Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, pada Minggu (29/3/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh para penggemar Ayam Kukuak Balenggek dari berbagai daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Marcos Sophan, Camat Lembah Gumanti, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Baca Juga  Pemkot Pariaman Targetkan 1.000 Ayam untuk 100 Keluarga pada 2025

Lomba ini menghadirkan berbagai kategori penilaian, mulai dari kelas Landik, Boko, hingga kelas istimewa yang menilai panjang dan keindahan lenggok suara ayam (kukuak), serta penampilan ayam saat berada di arena.

Bupati Jon Firman Pandu menambahkan bahwa ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian tradisi, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. (des*)