Padang — Pemerintah pusat kembali menunjuk Bank Nagari sebagai lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 dengan total pagu sebesar Rp1,5 triliun. Program ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Sumatera Barat pasca bencana yang terjadi pada akhir 2025.
Melalui skema terbaru, Bank Nagari menawarkan pembiayaan dengan suku bunga 0 persen sepanjang 2026, sebagai bagian dari stimulus pemerintah untuk mendukung kebangkitan pelaku usaha, terutama UMKM dan sektor produktif.
Direktur Utama Bank Nagari menyatakan, kepercayaan dari pemerintah akan dimanfaatkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
“KUR ini diharapkan bisa membantu pelaku usaha kembali bangkit, meningkatkan kapasitas produksi, dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Selain bunga 0 persen di tahun pertama, program KUR juga menetapkan bunga ringan 3 persen pada 2027 dan 6 persen pada 2028. Plafon pinjaman mencapai Rp500 juta, dengan kemudahan seperti bebas biaya administrasi dan proses pengajuan yang cepat.
Program ini menitikberatkan pada sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan, industri, dan pariwisata, yang ditargetkan menyerap minimal 60 persen dari total penyaluran KUR.
Selain KUR, Bank Nagari juga memperkenalkan skema Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Sumatera Barat.
Melalui KUA, petani dapat memperoleh pembiayaan untuk alat dan mesin pertanian dengan bunga rendah sekitar 3 persen per tahun, plafon hingga Rp2 miliar, serta tenor fleksibel hingga lima tahun.
Manajemen Bank Nagari menilai, modernisasi alat pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, khususnya dalam pemulihan pascabencana.
“Kami ingin memastikan petani tidak tertinggal dari segi teknologi. Dengan pembiayaan yang ringan, produktivitas diharapkan meningkat signifikan,” ungkap perwakilan manajemen.
Kombinasi KUR dan KUA diyakini menjadi strategi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah, mulai dari membantu UMKM naik kelas hingga meningkatkan daya saing sektor produksi.
Masyarakat yang ingin mengakses program ini cukup memenuhi beberapa persyaratan dasar, seperti memiliki usaha produktif minimal enam bulan, tidak memiliki kredit bermasalah, dan melengkapi dokumen identitas serta legalitas usaha. Pengajuan bisa dilakukan melalui kantor cabang Bank Nagari, layanan digital, atau kanal resmi lainnya.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, Bank Nagari mengajak masyarakat Sumatera Barat memanfaatkan peluang pembiayaan ini sebagai langkah awal untuk bangkit dan mengembangkan usaha pasca bencana.(des*)












