Banjir Bandang 2025, Kini Yuli Memulai Hidup Baru di Rumah Aman

Dihantam Banjir Saat Hamil Besar, Hunian Tetap Bangkitkan Harapan Baru Korban Banjir Solok.
Dihantam Banjir Saat Hamil Besar, Hunian Tetap Bangkitkan Harapan Baru Korban Banjir Solok.

SolokSenyum kembali menghiasi wajah Yuli (33) meski kenangan tentang banjir bandang yang menghancurkan rumahnya masih membekas.

Yuli, seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak asal Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, menjadi salah satu penerima bantuan rumah tinggal tetap dari Yayasan Dimensi untuk Indonesia pada Senin (23/3/2026). Bantuan ini diberikan setelah rumahnya tersapu banjir pada November tahun lalu.

Semangat Yuli tampak begitu besar. Ia datang lebih awal sekitar 30 menit sebelum acara serah terima kunci secara resmi dimulai. Kesedihan seakan ditepis, meski trauma akibat musibah itu masih tersimpan di hatinya.

Saat berbincang dengan infosumbar.net, Yuli kembali mengenang hari-hari saat bencana terjadi. Hidupnya berubah seketika ketika rumahnya di tepi Batang Gawan hanyut terbawa arus deras. Saat itu, ia tengah hamil delapan bulan anak ketiganya dan harus menyelamatkan diri bersama kedua anaknya di tengah kepanikan.

“Tidak sempat memikirkan barang, yang penting anak-anak selamat,” ungkapnya.

Meski kini tersenyum, Yuli mengaku peristiwa itu tak akan pernah terlupakan. Saat kejadian, sang suami sedang bekerja sebagai tenaga honorer di DPRD Kabupaten Solok, sehingga ia harus menghadapi musibah itu seorang diri dengan anak-anaknya.

Baca Juga  Truk Hantam Mobil Pikap di Gunung Talang, Penumpang Luka

“Beberapa barang masih bisa diselamatkan, tapi tidak semuanya. Banyak yang hanyut. Kami segera menuju tempat aman tanpa sempat melihat rumah kami terbawa arus,” tambah Yuli.

Lokasi rumah lamanya kini telah menjadi aliran sungai, meninggalkan kenangan hanya dalam ingatan. Pasca bencana, Yuli, suami, dan tiga anaknya memulai hidup baru dengan tinggal di rumah kontrakan, sambil menghadapi trauma yang masih membayangi.

“Setiap hujan turun, rasa cemas muncul. Terbayang kembali bagaimana empat rumah keluarga besar kami hanyut,” jelas Yuli.

Banjir pada November lalu disebut Yuli sebagai yang terparah. Sebelumnya, lokasi yang sama juga pernah terdampak banjir pada 2023, namun tidak sampai menghancurkan rumah warga.

Harapan baru muncul pada Februari lalu, ketika Yuli menerima bantuan hunian tetap yang dibangun di atas tanah miliknya sendiri. Rumah tipe 36 itu kini siap dihuni, lengkap dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta fasilitas air dan listrik.

Baca Juga  Solok Dilanda Banjir dan Longsor, BPBD Lakukan Evakuasi

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada rumah. Saya sangat bersyukur, apalagi lokasinya relatif aman dari banjir,” ujarnya.

Kini Yuli perlahan menata kembali kehidupannya. Di rumah barunya, ia berharap bisa lebih nyaman dan mulai pulih dari trauma banjir bandang.

“Apalagi sekarang momen lebaran, berbeda dengan tahun sebelumnya. Kami tetap bersyukur dan berusaha menjalani hidup demi anak-anak,” katanya.

Dengan bantuan ini, Yuli menemukan harapan baru setelah kehilangan rumahnya. Ia menjadi salah satu dari enam penerima bantuan hunian tetap dari Yayasan Dimensi untuk Indonesia.(des*)