Mayat Pria dalam Pikap Pariaman, Dugaan Kekurangan Oksigen Jadi Penyebab Sementara

Warga Pariaman Digegerkan Penemuan Mayat Berlumur Pertalite di Dalam Mobil.
Warga Pariaman Digegerkan Penemuan Mayat Berlumur Pertalite di Dalam Mobil.

Pariaman – Sesosok pria ditemukan tewas di dalam mobil pikap yang terparkir di tepi jalan Desa Marabau, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, pada Senin (23/3/2026) sore. Saat ditemukan, tubuh korban basah akibat siraman bahan bakar jenis Pertalite.

Kapolsek Kota Pariaman, AKP Hijrul Aswad, membenarkan identitas korban bernama Indra Nofri (33), seorang pekerja harian lepas warga Dusun Kajai, Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Selatan.

“Dari pemeriksaan awal, identitas korban sesuai dengan data KTP yang kami temukan. Korban berada di dalam mobil Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi BA 8213 WN,” ungkap AKP Hijrul, Selasa (24/3).

Kronologi Penemuan

Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial DAF sekitar pukul 15.45 WIB. DAF curiga melihat mobil terparkir dengan pintu terkunci dan kaca tertutup rapat. Saat mengintip ke dalam, ia melihat seorang pria duduk di kursi penumpang dengan kepala miring ke kanan, tampak seolah tertidur.

Baca Juga  Hari puncak Tabuik Pariaman 2024, Ini ruas Jalan yang akan Ditutup

DAF kemudian melaporkan temuan itu ke Kepala Desa Marabau dan pihak kepolisian. Beberapa saat kemudian, keluarga korban yang diwakili Arianto datang ke lokasi. Karena pintu mobil terkunci dari dalam, kaca mobil harus dipecahkan untuk mengevakuasi korban.

Di dalam kabin, saksi dan petugas menemukan tubuh korban sudah berlumuran Pertalite. Petugas juga menemukan botol bekas air mineral yang diduga digunakan untuk menampung sisa bahan bakar.

Korban kemudian dibawa ke RSUD M. Yamin Pariaman. Namun, pihak rumah sakit memastikan bahwa Indra Nofri telah meninggal dunia saat tiba.

Baca Juga  Gandeng Selandia Baru, Pariaman Dorong Peningkatan SDM Lewat Beasiswa Penuh S2 dan S3

AKP Hijrul Aswad menjelaskan, dugaan sementara penyebab kematian adalah kekurangan oksigen akibat berada di dalam mobil dengan kaca tertutup dalam waktu lama.

“Dugaan sementara terkait tindakan bunuh diri, tapi kami masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan motif dan kronologi pasti di balik peristiwa tragis ini,” tutupnya.(des*)