Bantah Isu Masalah Ekonomi Penyebab Kematian, Ini Penjelasan Wako Pariaman Yota Balad

Kota Pariaman – Menapik isu yang beredar di media sosial dan pemberitaan terkait seorang warga Kota Pariaman yang mengakhiri hidupnya karena masalah ekonomi di hari lebaran Idul Fitri, Wako Pariaman Yota Balad datangi langsung keluarga korban di Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, Senin (23/3/2026) siang.

 

Yota Balad, secara langsung bertemu dengan suami dari Almarhumah (D), yakni RJ. Kepada Yota Balad RJ mengemukakan kekecewaannya terhadap pemberitaan yang berkembang di media sosial yang menyatakan istrinya mengakhiri hidup karena desakan masalah ekonomi dalam menghadapi Lebaran Idul Fitri.

“ ini sudah takdir bagi keluarga kami yang ditinggalkan Almarhumah pak, inshaAllah kami ikhlas, namun kami sangat terganggu dengan adanya isu pemberitaan di media sosial yang menyatakan karena masalah ekonomi hal ini terjadi, bahkan mental anak-anak kami juga terganggu karena beredarnya pemberitaan tersebut,” ungkap RJ kepada Wako Pariaman.

Dalam kehidupan sehari-harinya, ia juga mempunyai sebuah warung kopi yang setiap harinya selalu ramai oleh warga kampung tersebut untuk minum teh telur dan lain sebagainya dan juga memiliki kebun jagung dan kebun kelapa yang dikelola sehari-hari bersama keluarganya dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  Yota Balad Motivasi Atlet Taekwondo Pariaman Jelang Kejurnas Nasional

Wako Yota Balad, dalam kesempatan tersebut sampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut dan memberikan sedikit santunan duka kepada keluarga korban.

Berdasarkan hasil penelusurannya melalui Dinas Sosial, Keluarga Almarhumah (D) merupakan penerima manfaat yang terdaftar di Dinas Sosial Kota Pariaman dan perlindungan sosial untuk keluarga yang telah berjalan bahkan sejak sebelum kejadian tersebut, dalam artian keluarganya telah mendapatkan berbagai bantuan sosial reguler baik itu dari Pemerintah Pusat maupun Pemko Pariaman.

Yota Balad sampaikan ke keluarga Almarhumah (D) akan membantu kelancaran pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan. Almarhumah (D) meninggalkan anak empat orang, tiga orang perempuan dan satu orang laki-laki dimana satu orang sudah tamat SMA dan tiga orang lagi masih dalam usia sekolah.

“Kita akan upayakan membantu anak-anak korban dalam menanggung biaya pendidikannya, sampai selesai, anak yang pertama baru tamat SMA dan hendak bekerja untuk membantu biaya adik-adiknya, dan kita fasilitasi mencarikan pekerjaan untuknya, sementara yang masih duduk di bangku kelas III SMA, berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang kuliah, nantinya ini kita masukanke program Satu Keluarga Satu Sarjana (SAGASAJA) Kota Pariaman agar ia bisa menggapai cita-citanya sesuai yang ia inginkan,” jelas Yota lagi.

Baca Juga  Pemko Pariaman Berikan Bantuan untuk Korban Banjir di Alai Galombang

Ia berharap, apa yang di upayakan Pemko Pariaman ini nantinya menjadi nilai manfaat bagi anak-anak Almarhumah (D) dan sampai menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan, dan Pemko Pariaman siap membantu.

Dan kepada masyarakat luas, Yota Balad mengajak untuk kita semua sama-sama meredam dan me-stop isu-isu yang tidak jelas yang beredar di media social terkait kematian Almarhumah (D). Karena “Setiap manusia pasti memiliki masalah dan persoalan yang berbeda, namun jangan terlalu cepat serta merta menyimpulkan sesuatu, karena hal tersebut menjadi beban mental psikis bagi keluarga Almarhumah (D),” tutur Yota mengakhiri pembicaraannya.