Salah Isi Radiator Bisa Rusak Mesin, Ini Risikonya

Jakarta – Risiko mesin mobil mengalami panas berlebih (overheat) cenderung meningkat saat perjalanan mudik jarak jauh, terutama ketika kendaraan terjebak macet, menghadapi suhu udara tinggi, atau membawa muatan berlebih.

 

Dalam situasi darurat, sebagian pengendara memilih mengisi radiator dengan air mineral agar perjalanan tetap bisa dilanjutkan. Namun, cara ini dinilai kurang tepat karena berpotensi merusak sistem pendingin mesin.

Direktur PT Autokooling Jaya

 

Nusantara (AJN), Fendy, menegaskan bahwa penggunaan air mineral tidak dianjurkan, baik untuk kebutuhan sementara maupun jangka panjang.

Menurutnya, kandungan mineral dalam air dapat memicu korosi pada bagian dalam mesin. Jika dibiarkan, karat tersebut dapat menyumbat saluran kecil seperti pipa kapiler di radiator, sehingga mengganggu kinerja pendinginan.

 

 

Ia menjelaskan, selama perjalanan jauh, sistem pendingin bekerja ekstra untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Penggunaan cairan yang tidak sesuai justru dapat menurunkan efektivitas pendinginan dan meningkatkan risiko kerusakan.

Baca Juga  Ratusan Rumah Rusak, Kerugian Bencana di Agam Terus Bertambah

 

Dalam kondisi mendesak, penggunaan air masih diperbolehkan sebagai solusi sementara, namun disarankan memakai air destilasi yang bebas kandungan mineral.

“Setelah itu, cairan harus segera dikuras dan diganti dengan coolant,” jelasnya.

 

Fendy menekankan bahwa coolant merupakan pilihan terbaik karena diformulasikan khusus untuk menjaga suhu mesin tetap ideal sekaligus melindungi komponen dari karat.

Selain menjaga suhu tetap stabil, coolant juga mengandung zat anti-korosi yang mampu melindungi bagian dalam radiator dan blok mesin dari kerusakan.

 

Ia mengingatkan, kebiasaan menggunakan air mineral untuk mengisi radiator, apalagi setelah perjalanan panjang seperti mudik, dapat menimbulkan dampak jangka panjang.

Baca Juga  Ribuan Rumah Rusak, Pemerintah Percepat Rencana Pembangunan Hunian Baru

 

Endapan mineral yang tertinggal dapat menghambat sirkulasi cairan pendingin, sehingga mesin lebih cepat panas dan performanya menurun.

Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan melakukan pengecekan sistem pendingin usai perjalanan jauh, termasuk memastikan kondisi serta volume coolant tetap dalam keadaan optimal guna mencegah risiko overheat.(des“)