Berita  

Perang Bikin BBM Langka, Rakyat Sedunia Panik Atau Mencibir?

Jakarta, Fativa.id,

Oleh : Salamuddin Daeng

_Jika ada pengumuman akan ada pemadaman listrik, maka sontak masyarakat panik. Tapi jika ada pengumuman akan ada kelangkaan BBM tampaknya masyarakat senyum senyum saja. Jika kelangaan BBM karena ada yang memprovokasi, kelihatanya ini akan mendapat cibiran rakyat sedunia._

Semua orang tau jika perang di Timur Tengah maka harga minyak mentah akan naik. Ketika harga mentah minyak tidak naik dalam 10 tahun terakhir, banyak orang memprediksi bahwa ini adalah krisis besar bagi oligarki minyak global. Bisnis minyak loyo, investsi minyak melemah di semua lini, oligarki minyak global terancam supremasimya, kekuasaanya lumpuh dalam ekonomi dan politik.

Banyak pengamat memprediksi bahwa ini perang di Timur Tengah pasti terjadi. Mengapa? karena dari perang Timur Tengah rezim minyak ini berasal. Perang Timur Tengah merupakan asal usul oligarki global minyak. Perang Timur Tengah yang mengangkat penguasa minyak ke puncak kekuasaan tertinggi sebagai penguasa uang dollar.

Baca Juga  Resensi Buku# KISAH MORI MELAWAN AGRESI Resensor: Yudhie Haryono | CEO Nusantara Centre

Sekarang kekuasaan penguasa minyak sudah hampir berakhir, harga minyak tidak mau meningkat dalam satu dekade terakhir. Perusahaan minyak yang selama ini lebih sibuk mencari uang dibandingkan memproduksi minyak tidak lagi panen momentum. Entah mengapa para oligarki global minyak, manusia terkaya di muka bumi ini mulai tidak disukai dan mulai ditinggalkan oleh uang. Tidak ada yang tau.

Namun semua orang tau penguasa minyak pasti akan membuat huru hara. Cepat atau lambat mereka pasti membuat perang. Menggapa harus memprovokasi perang kembali? Karena kekuasaan rezim minyak hanya bisa dipulihkan jika produksi terganggu, terjadi kelangkaan minyak, pasokan miyak ke pasar terganggu, minyak kembali diperebutkan. Satu tujuan antara yakni harga minyak naik, nilai pasar uang minyak naik, nilai saham minyak naik, tujuan terakhirnya adalah printing uang dollar modal kertas dan tinta.

Baca Juga  Irvand Karquza, Penulis Hebat dari Pesisir Selatan

Apakah ini sudah mereka dapatkan sebagai hasil dari perang Israel-Amerika Serikat Vs Iran? harga minyak sempat naik mencapai 120 dollar AS Per barel, tapi dalam sekejap turun kembali menjadi 80 dolar per barrel. Masyarakat dunia kelihatannya tidak lagi resah, tidak lagi panik, tidak lagi terdorong memborong saham saham perusahaan minyak. Kelihatanya masyarakat dunia sudah mulai mencibir provokasi ini. Minyak langka ora urus, kan bisa WFH.