Jelang Lebaran, Pakar Keselamatan Ingatkan Tantangan Perjalanan Mudik

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta – Menjelang Lebaran 1447 Hijriah, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diingatkan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan memperhatikan keselamatan selama perjalanan.

Hal ini disampaikan oleh pakar keselamatan jalan raya dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, saat jumpa media bersama Jetour di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurut Jusri, perjalanan mudik di Indonesia memiliki tiga tantangan utama: jarak tempuh yang panjang, kelelahan pengemudi, dan bawaan barang yang berlebihan.

“Perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur bisa memakan waktu dua kali lipat dibanding hari biasa. Contohnya, rute Jakarta–Semarang yang biasanya 6–7 jam, saat mudik bisa mencapai 12 jam atau lebih. Rasa lelah menjadi teman perjalanan, apalagi bagi yang sedang berpuasa,” jelas Jusri.

Baca Juga  Pakar, Gempa Megathrust Tak Bisa Diprediksi

Untuk menjaga kebugaran, ia menyarankan agar pemudik menyiapkan kondisi fisik sebelum berangkat dan rutin beristirahat selama perjalanan. Selain itu, pemudik juga dianjurkan untuk tidak membawa barang berlebihan, karena muatan yang terlalu banyak dapat merusak kendaraan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama mudik Lebaran 2026. Sementara itu, Polri memprediksi arus mudik puncak akan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.(des*)