Jakarta – Pemerintah terus berupaya memperkuat konsumsi dalam negeri sebagai salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai program stimulus, momentum belanja masyarakat, serta meningkatnya mobilitas saat hari besar keagamaan, daya beli diharapkan tetap terjaga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi pada awal tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa program BINA kini menargetkan nilai transaksi sekitar Rp53 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya. Ia berharap peningkatan tersebut dapat terus mendorong konsumsi masyarakat di dalam negeri.
Menurut Airlangga, program BINA merupakan salah satu langkah bersama untuk memperkuat pasar domestik sekaligus membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Beragam promosi dan program belanja dalam kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat, terutama selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Program BINA Lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, yaitu mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek, serta lebih dari 80.000 gerai ritel yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan turut berpartisipasi dengan menyediakan berbagai promo serta potongan harga bagi masyarakat.
Untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Di antaranya berupa bantuan pangan kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun. Selain itu, pemerintah memberikan potongan tarif transportasi selama masa mudik.
Pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai insentif transportasi yang tersedia sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Momentum konsumsi juga diperkuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja. Di sisi lain, perusahaan transportasi daring turut memberikan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.
Airlangga berharap berbagai momentum tersebut dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut dapat mencapai sekitar 5,5 persen, dengan dukungan dari meningkatnya konsumsi masyarakat dan aktivitas penjualan di sektor ritel.
Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga menegaskan pentingnya melindungi produksi dalam negeri. Hal ini dinilai penting karena banyak negara berlomba mencari pasar besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar di kawasan ASEAN.(BY)












