Padang Panjang – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan Jembatan Kembar di perbatasan Kota Padang Panjang tetap aman pascabencana akhir 2025 dan siap difungsikan penuh mulai H-10 hingga H+10 Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, mengatakan saat ini hanya satu jembatan yang digunakan, namun perbaikan pada sisi kanan sudah rampung. “Jadi pada masa arus mudik dan balik, kedua jembatan akan dapat digunakan secara bersamaan,” ujarnya di Kota Padang, Sabtu.
Elsa menambahkan, seluruh peralatan konstruksi akan segera dipindahkan agar lalu lintas kendaraan dapat melintas lancar tanpa hambatan. Ia menegaskan, kondisi struktur jembatan tetap aman, sementara yang perlu diperhatikan hanyalah sisi-sisi jembatan yang berdekatan dengan sungai.
“Kendaraan roda empat bisa melintas tanpa masalah. Untuk truk pengangkut BBM, akan mengikuti aturan dalam SK Gubernur,” jelasnya.
Hasil pengecekan BPJN menunjukkan struktur jembatan mampu menahan kendaraan dengan berat sesuai ketentuan jalan nasional, yakni Muatan Sumbu Terberat (MST) hingga 10 ton.
Selain itu, Elsa juga menyoroti kondisi badan jalan di sekitar Kawasan Lembah Anai yang pascabencana masih menjadi fokus penguatan. Perbaikan telah dilakukan di semua titik, dan selanjutnya lubang-lubang akan ditutup. Targetnya, pada Juli 2026 seluruh jalan berlubang telah tertangani.
BPJN juga menyiagakan alat berat agar tim dapat segera bergerak jika terjadi longsor, mengingat kawasan Lembah Anai berada di wilayah perbukitan.(des*)












