Jakarta – BAIC berencana memperkenalkan mobil listrik pertamanya di pasar Indonesia pada tahun ini. Kendaraan ramah lingkungan tersebut akan hadir melalui sub-merek mereka, yakni Arcfox.
Arcfox dikenal sebagai lini kendaraan listrik milik BAIC yang menyasar pasar premium. Dalam pengembangan produknya, brand ini menjalin kolaborasi dengan berbagai perusahaan teknologi dan otomotif ternama seperti Huawei, Baidu, CATL, serta Bosch. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi kendaraan, termasuk sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS), baterai, hingga pembangunan fasilitas produksi.
Untuk langkah awal memasuki pasar Indonesia, model Arcfox T1 akan menjadi produk pertama yang diperkenalkan. Mobil listrik ini berada di segmen entry level dan diposisikan untuk bersaing di kategori hatchback listrik kelas menengah.
Di pasar Indonesia, Arcfox T1 akan menghadapi sejumlah pesaing seperti BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, GWM Ora Good Cat, MG4 EV, serta Aion UT yang telah lebih dulu meramaikan segmen tersebut.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, menyampaikan optimisme terhadap potensi Arcfox T1 di pasar otomotif nasional. Ia menilai model tersebut telah mencatatkan penjualan yang baik di negara asalnya dan diharapkan mampu meraih keberhasilan serupa di Indonesia.
Menurut Dhani, BAIC Indonesia juga berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik ini dengan harga yang tetap kompetitif, sejalan dengan kualitas dan teknologi yang ditawarkan oleh Arcfox T1.
Selain menghadirkan Arcfox T1, BAIC juga berencana memperluas lini kendaraan listriknya pada 2026 dengan meluncurkan model baru, yakni BAIC X1. Mobil listrik berbasis baterai (BEV) tersebut akan bersaing di segmen small hatchback EV bersama model seperti Wuling BinguoEV dan BYD Atto 1.(BY)












