Pantura Sumbang 27,53 Persen PDB, BOPPJ Dorong Percepatan Tanggul Laut Raksasa

Urgensi proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di kawasan pesisir Jakarta, Kendal, Semarang, hingga Demak.
Urgensi proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di kawasan pesisir Jakarta, Kendal, Semarang, hingga Demak.

JakartaBadan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) kembali menegaskan pentingnya realisasi proyek Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, mulai dari Jakarta hingga Demak. Program ini diproyeksikan bukan sekadar melindungi masyarakat pesisir dari ancaman lingkungan, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional dari potensi kerugian yang ditaksir mencapai 368,37 miliar dolar AS akibat abrasi dan penurunan muka tanah.

Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa perlindungan tidak hanya difokuskan pada sekitar 17–20 juta warga yang bermukim di kawasan Pantura, melainkan juga pada berbagai aset strategis negara yang nilainya sangat besar. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (23/2/2026). Selain memimpin BOPPJ, Didit juga menjabat sebagai Wakil Menteri di kementerian tersebut.

Baca Juga  Lewat PEVS 2025, BYD Dorong Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia

Ia menjelaskan bahwa wilayah Pantura menampung beragam infrastruktur vital seperti Kawasan Ekonomi Khusus, jaringan perkeretaapian, hingga rumah sakit yang pembangunannya menggunakan dana pemerintah pusat maupun daerah. Di samping itu, terdapat pula banyak kawasan industri dan pabrik lama yang terancam terdampak penurunan tanah.

Didit mencontohkan sejumlah bangunan swasta dan fasilitas industri peninggalan era kolonial yang kini menghadapi persoalan amblesan tanah, khususnya di Semarang. Bahkan, fasilitas bandara di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Hasil kajian BOPPJ menunjukkan bahwa kawasan Pantai Utara Jawa menyumbang sekitar 27,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan nilai ekonomi diperkirakan setara 368,37 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, proyek tanggul laut raksasa ini dirancang membentang sepanjang kurang lebih 535 kilometer, melintasi lima provinsi yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta mencakup lima kota dan 25 kabupaten. Total kebutuhan investasi diperkirakan mencapai 80 miliar dolar AS, dengan tahap awal pembangunan di Teluk Jakarta yang menelan biaya sekitar 810 miliar dolar AS.(BY)