Anak SD Meninggal di NTT, Pemerintah Janji Antisipasi Kejadian Serupa

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta – Pemerintah menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Presiden RI, menyatakan keprihatinannya atas insiden tragis tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mewakili pemerintah menyampaikan duka yang mendalam. Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi,” ujar Prasetyo saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2) malam.

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo telah memberikan perhatian khusus dan meminta seluruh pihak terkait untuk berkoordinasi, agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

“Oleh karena itu, Presiden meminta kami melakukan koordinasi agar langkah-langkah antisipatif bisa segera diterapkan,” ujarnya.

Mensesneg menjelaskan, Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti. Fokus koordinasi ini adalah penanganan keluarga korban, yang diketahui termasuk kategori miskin ekstrem (desil-1).

Baca Juga  64 Warga Desa Wadas Ditahan di Polres Purworejo: 10 Anak-anak

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial untuk memberikan bantuan kepada keluarga, sekaligus merumuskan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Prasetyo.

Terkait kabar bahwa keluarga korban belum menerima bantuan sosial karena kendala administrasi, Prasetyo menyebut pemerintah masih menunggu hasil pendalaman dari pihak kepolisian.

“Pendalaman dari pihak berwenang akan menjadi acuan kami selanjutnya,” jelasnya.

Mensesneg juga menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian sosial di semua lapisan masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas. Edukasi mengenai kesehatan mental anak, kata dia, menjadi hal yang krusial agar anak-anak bisa menyampaikan tekanan atau masalah yang mereka hadapi.

Baca Juga  Polda Sumbar Antisipasi 9 Potensi Kerawanan Selama Nataru 2024

Diketahui, siswa SD tersebut tinggal bersama neneknya. Ibunya, seorang orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima anak. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.(des*)