Labuan Bajo, Fativa.id
– Pater Marsel Agot ugal ugalan diduga menyuruh preman untuk meneror wartawan suaraburuh.com bernama Nardi Jay. Dimana jurnalis ini sedang memberitakan sengketa tanah milik Alosius Oba yang berlokasi di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan, Manggarai Barat – NTT.
Aksi teror oleh Karlos Mantero kepada wartawan suaraburuh.com ini bermula ketika Nardi sedang melakukan tugas jurnalistik, berupa pengumpulan informasi. Dimana selasa malam, 27 Januari 2026 sosok wartawan ini klarifikasi menghubungi Pater Marsel Agot melalui pesan WhatsApp (WA).
Dalam wawancara melalui pesan singkat WA, Nardi menanyakan apakah betul Pater Mersel membayar preman untuk datang ke lokasi yang sedang dikuasai oleh Alo Oba. Nardi menanyakan, itu karena ada pernyataan dari narasumber lain sehingga hal itu sangat perlu untuk dikonfirmasi. Sayangnya, Pater justru memberikan nomor HP wartawan kepada Karlos Mantero kemudian menerornya.
Suruhan Pater Marsel, Aleks Mantero yang meneror wartawan suara buruh melalui pesan singkat WhatsApp terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026. Nomor dengan nama kontak Aleks Mantero mengirim pesan kepada wartawan suaraburuh dengan nada mengancam.
“Pagi saya keluarganya Pater Marsel, apa maksudnya keraen tuduh pater bawa preman dan tanya mau di bayar berapa? Dan kraeng sudah tanya BPA Alo Oba tidak,” ujarnya dalam rilisnya, Kamis (29/1/2025) di Labuan Bajo.
Nardi Jayapun menjawab pesan yang dikirim. “Apa maksudnya Kaka..darimana Kaka dapat nomor saya dan meneror saya. Apa kaitannya wawancara saya sama Pater (Marsel Agot) dengan ite.”
Aleks Mantero mengaku mendapat nomor wartawan suara buruh dari Pater Marsel Agot. Pengakuan ite setelah ditanya oleh Nardi Jaya.
Aleks terus meneror wartawan suaraburuh.com “dari BP Pater tadi karna kami disini. Keraeng tau tidak tadi malam saya saya sudah ke rumah BP Alo dia tidak punya niat untuk menghilangkan haknya pater di lokasi yang keraeng di berita kemarin. Saya keluarganya pater.”
Atas penjelasan Aleks Mantero ini, Wartawan suaraburuh.com inipun menanyakan kepada Aleks bahwa apakah Pater Marsel Agot yang menyuruhnya untuk meneror wartawan.
“Om teror saya disuruh oleh Pater? Pater yang suruh kraen teror saya k?”
Alekspun mengaku jika masa yang dikerahkan oleh Pater Marsel Agot ke lokasi tanah milik Alo Oba adalah anak buah Pater Marsel Agot.
“Agar keraeng tau ya yang jelokasi kemarin itu anak buah semua eraen bilang itu pater bawa preman siapa? Saya sebagai keluarganya punya hak kentetraman hidupnya BP Peter Marsel. Dan supaya keraeng tau persis siap tanah ini tanya betul Bpa Alo oba. Dan kalau bisa nanti kalau ada waktu Kuta bertemu di rumahnya BP Alo karna tadi malam dia ada titip salam untuk menyampaikan untuk menyampaikan permohonam maafnya ke BP pater. Kemudin sebentar juga saya ada mau kerumah BP Alo untuk mau menyampaikan pesan dari BP Pater ke BP Alo dan mama,” ujarnya.
Atas intimidasi ini oleh orang yang diduga anak buah Pate Marsel ini, suara buruh berencana untuk melaporkan ke polisi.
“Tentu kita alam lapor ke polisi. Ini teror gaya preman tidak bisa dibiarkan. Kerja jurnalis itu dilindungi oleb undang undang Pers,” ujar Nardi. (red)










