Tekno  

Isu Sensor Picu Boikot TikTok, Aplikasi Pesaing Ikut Naik Daun

Upscrolled menjadi populer sebagai aplikasi alternatif TikTok di AS.
Upscrolled menjadi populer sebagai aplikasi alternatif TikTok di AS.

Jakarta – Popularitas aplikasi media sosial alternatif TikTok melonjak di Amerika Serikat setelah platform video pendek tersebut resmi berada di bawah kendali perusahaan baru yang mayoritas sahamnya dimiliki investor AS. Pengambilalihan ini dilakukan menyusul kebijakan Presiden Donald Trump terkait kepemilikan TikTok di negara tersebut.

Di tengah perubahan kepemilikan itu, sejumlah aplikasi pesaing seperti Skylight dan UpScrolled mencatat lonjakan unduhan signifikan. Fenomena ini muncul bersamaan dengan tudingan bahwa TikTok mulai membatasi konten yang bersifat kritis terhadap Trump dan pemerintahannya.

Seperti dilaporkan sebelumnya, operasional TikTok di AS pekan lalu dialihkan dari ByteDance—perusahaan asal China—kepada konsorsium investor Amerika Serikat. Salah satu nama besar dalam konsorsium tersebut adalah Oracle, perusahaan teknologi yang dipimpin Larry Ellison, sosok yang dikenal dekat dengan Trump.

Pergantian kepemilikan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan pengguna, terutama setelah muncul dugaan praktik sensor. Kondisi ini mendorong sebagian pengguna menyerukan boikot terhadap TikTok, yang saat ini diperkirakan memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS.

Salah satu aplikasi yang diuntungkan dari situasi ini adalah UpScrolled, platform video pendek yang mengklaim diri sebagai ruang berbagi konten tanpa sensor. Pada Selasa (27/1/2026), UpScrolled berhasil menembus jajaran 10 besar aplikasi gratis terpopuler di App Store Apple.

Lonjakan minat yang datang secara tiba-tiba bahkan membuat layanan UpScrolled sempat mengalami gangguan teknis. Melalui akun Instagram resminya, pihak pengembang mengakui bahwa infrastruktur mereka kewalahan menghadapi peningkatan pengguna.

“Ini benar-benar di luar dugaan. Banyaknya pengguna baru datang dalam waktu singkat membuat server kami sempat tidak stabil,” tulis UpScrolled dalam pernyataannya.

Dalam keterangan lanjutan yang dikutip dari The Independent, pihak UpScrolled menyebutkan bahwa mereka tengah mempercepat pemulihan sistem dengan dukungan mitra pusat data di AS. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa pengguna masih mungkin menemui kendala teknis, termasuk saat mengunggah konten.

“Kami berupaya mengembalikan layanan ke kondisi optimal secepat mungkin dan akan terus memberikan pembaruan kepada pengguna,” demikian pernyataan resmi mereka.(BY)