TNI  

Mantan Komandan Kodiklat TNI AD Letjen (Purn) Amir Sembiring Dimakamkan di TMP Kalibata

Jakarta – Mantan Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Kodiklat TNI AD), Letnan Jenderal TNI (Purn) Amir Sembiring, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri keluarga, kerabat, serta sejumlah rekan sejawat dari lingkungan TNI.

Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring dikenal sebagai perwira tinggi TNI dengan rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia prajurit. Namanya sempat menjadi sorotan publik saat menjabat sebagai Komandan Kodiklat TNI AD, sebuah lembaga strategis yang berperan penting dalam pembentukan doktrin serta peningkatan profesionalisme prajurit lintas matra.

Selama memimpin Kodiklat TNI AD, Amir Sembiring dinilai berperan aktif mendorong modernisasi sistem pendidikan dan latihan militer. Ia menekankan pentingnya integrasi doktrin, peningkatan interoperabilitas antar-matra, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika ancaman non-konvensional yang terus berkembang.

Di bawah kepemimpinannya, Kodiklat TNI AD diarahkan untuk menghasilkan prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga adaptif, profesional, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Amir Sembiring meniti karier dari berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI sebelum mencapai pangkat letnan jenderal. Pengalaman di lapangan, penugasan staf, hingga posisi komando membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal tegas, disiplin, namun tetap komunikatif. Rekan-rekannya kerap menilai Amir sebagai sosok perwira yang menjunjung tinggi loyalitas, etika keprajuritan, dan profesionalisme.

Sebagai mantan Komandan Kodiklat TNI AD, Amir Sembiring juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda TNI. Ia sering menegaskan bahwa pendidikan militer harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Pancasila, netralitas TNI, serta komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Usai memasuki masa purnatugas, Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring tetap dipandang sebagai tokoh militer senior yang memiliki pandangan strategis di bidang pertahanan dan keamanan nasional. Pengalamannya dalam doktrin dan pendidikan menjadikannya salah satu referensi penting dalam diskursus penguatan kualitas sumber daya manusia TNI di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Maimunah Tarigan, serta tiga putri, yakni Sri Atheta Ulina Sembiring, Siska Adhelina Sembiring, dan Astri Juwita Sembiring. Kepergian Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan sejawat di lingkungan TNI.

 

(ard)