Jakarta – Memanaskan kembali makanan sisa sering dianggap sebagai solusi praktis agar hidangan tidak terbuang. Padahal, tidak semua jenis makanan aman untuk dipanaskan ulang. Dalam kondisi tertentu, proses pemanasan berulang justru dapat memicu risiko kesehatan.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan mengandung senyawa tertentu atau berisiko tinggi terkontaminasi bakteri bila dipanaskan kembali. Risiko ini terutama terdapat pada sayuran tertentu serta makanan berprotein tinggi seperti telur dan daging unggas.
Jenis makanan tersebut sebaiknya dikonsumsi segera setelah dimasak atau disimpan dengan perlakuan khusus agar tetap aman. Berikut beberapa makanan yang dianjurkan tidak dipanaskan ulang, dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.
Daftar Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan Kembali
1. Bayam
Sayuran hijau ini mengandung nitrat dalam jumlah cukup tinggi. Ketika dipanaskan ulang, nitrat berpotensi berubah menjadi senyawa berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu. Bayam paling aman dikonsumsi dalam keadaan segar dan tidak disimpan terlalu lama.
2. Kentang
Kentang matang yang dipanaskan berulang kali berisiko menjadi media tumbuh bakteri Clostridium botulinum, terlebih jika disimpan pada suhu yang tidak tepat. Penyimpanan yang keliru dapat meningkatkan potensi kontaminasi bakteri berbahaya.
3. Telur
Pemanasan ulang telur dapat mengubah teksturnya menjadi lebih keras dan kenyal, serta menurunkan kualitas proteinnya. Selain itu, telur yang dipanaskan kembali juga bisa menimbulkan aroma tidak sedap akibat reaksi senyawa sulfur. Untuk keamanan, telur sebaiknya langsung dikonsumsi setelah dimasak.
4. Daging Ayam
Ayam yang dipanaskan ulang berisiko mengalami penurunan kandungan protein dan perubahan tekstur menjadi lebih keras. Demi menghindari pemanasan berulang, disarankan memasak ayam sesuai porsi yang dibutuhkan.
5. Makanan Laut (Seafood)
Seafood dikenal mudah rusak dan sangat sensitif terhadap pertumbuhan bakteri. Pemanasan ulang tidak hanya mengubah tekstur dan rasa, tetapi juga meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme. Cara paling aman adalah mengonsumsi seafood segera setelah dimasak.
6. Jamur
Jamur kaya akan protein, namun pemanasan ulang dapat menurunkan nilai gizinya. Selain itu, terdapat potensi terbentuknya senyawa hasil oksidasi yang tidak baik bagi tubuh jika jamur dipanaskan kembali.
7. Nasi
Meski menjadi makanan pokok banyak orang, nasi termasuk makanan yang berisiko jika dipanaskan ulang. Nasi yang disimpan pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Bacillus cereus, yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan meski nasi kembali dipanaskan.
Kesimpulan
Memanaskan ulang makanan memang praktis, tetapi perlu dilakukan dengan bijak. Untuk menjaga kesehatan, penting mengenali jenis makanan yang aman dan tidak aman dipanaskan kembali, serta memperhatikan cara penyimpanan yang tepat. Jika ragu, mengonsumsi makanan dalam keadaan segar tetap menjadi pilihan terbaik.(BY)












