Padang – Solidaritas antardaerah di Indonesia kembali teruji di tengah bencana. Kali ini, Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp250 juta untuk pemulihan sektor pendidikan di Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu, Diah Puspita Hadianto Rasyid, kepada Ketua Bidang I TP-PKK Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, di Padang pada Sabtu (24/1/2026).
Momen penyerahan ini sarat emosi karena dana yang disalurkan berasal dari hasil donasi kolektif guru dan tenaga kependidikan di Kota Palu. Diah Puspita menyatakan, aksi ini terinspirasi dari pengalaman kolektif masyarakat Palu yang tak pernah melupakan bantuan yang diberikan warga Padang saat gempa dan tsunami melanda pada 2018.
“Kami berharap Kota Padang segera pulih, dan warganya tetap kuat menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan ini adalah wujud solidaritas sekaligus pengingat bahwa kita bersaudara. Saat Palu diterjang bencana 2018, Kota Padang juga hadir memberikan bantuan kepada kami,” kata Diah Puspita dengan nada haru.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, Diah menambahkan, bantuan ini difokuskan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak.
“Alhamdulillah, dari ketulusan hati para guru dan tenaga pendidikan se-Kota Palu, terkumpul donasi sebesar Rp250 juta. Dana ini kami salurkan untuk membantu pemulihan sektor pendidikan agar anak-anak dapat belajar kembali dengan nyaman,” jelasnya.
Sebelum menyalurkan bantuan ke Padang, gerakan gotong royong dari insan pendidikan Palu ini juga telah menyasar daerah terdampak bencana lain, termasuk Aceh, Medan, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Mewakili Pemerintah Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir mengaku terharu atas bantuan ini. Ia mengapresiasi kepedulian luar biasa dari para pendidik di Sulawesi Tengah.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Banyak infrastruktur pendidikan yang rusak parah akibat bencana. Kehadiran saudara-saudara dari Palu menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ungkap Sri Hayati. Ia berharap bantuan ini bisa menjadi dorongan percepatan pemulihan sekolah-sekolah terdampak.
Usai serah terima, rombongan dari kedua kota meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kecamatan Koto Tangah. Mereka menyaksikan kondisi SD Negeri 49 Batang Kabung yang bangunannya hanyut tersapu banjir bandang akhir November 2025.
Rombongan juga mengunjungi Puskesmas Pembantu (Pustu) Batang Kabung yang saat ini dialihfungsikan menjadi ruang kelas darurat. Kunjungan lapangan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam upaya pemulihan pascabencana.(des*)












