Agam  

KAN Lasi Agam Gerakan Menanam Masa Depan Anak Yatim Piatu

Agam – Di tengah arus zaman yang kian menjauhkan generasi muda dari akar kehidupan, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat justru memilih jalan sunyi yang penuh makna.

Melalui kegiatan sosial, KAN Lasi membekali anak yatim piatu Nagari Lasi dengan pengetahuan mambibitkan tanaman di Komplek Rumah Tahfidz Jorong Lasi Mudo, Sabtu (24/1/2026).

Sebanyak 52 anak yatim piatu mengikuti pembekalan tersebut. Mereka tidak sekadar duduk mendengar, tetapi diajak memahami proses pembibitan tanaman jengkol sejak dari memilih bibit hingga cara menanam yang benar.

Pelajaran sederhana itu disampaikan langsung oleh niniak mamak KAN Lasi, sarat nilai adat dan keteladanan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa adat tidak hanya hidup dalam seremoni, tetapi hadir nyata dalam membangun masa depan anak nagari.

KAN Lasi menggandeng Yayasan Anak Yatim Piatu Nagari Lasi yang telah berdiri sejak Mei 2019, memperkuat kolaborasi antara lembaga adat dan sosial demi anak-anak yang membutuhkan uluran tangan.

Baca Juga  Polres Agam Ajak Tahanan Berbenah Diri demi Masa Depan Positif

Ketua KAN Lasi, AKBP.Dr.Jamalul Ihsan Datuak Sati, menegaskan bahwa pola asuh anak yatim di nagari tetap berpijak pada nilai luhur Minangkabau.

Anak yang masih memiliki ayah atau ibu tetap berada dalam asuhan orang tua, sementara yatim piatu diasuh oleh mamak atau etek, agar mereka tidak tercerabut dari keluarga dan adatnya.

Giat tersebut dihadiri Kapalo Jorong Lasi Mudo yang juga Bendahara KAN Lasi, Edi Muhardi, Ketua Bidang Pembinaan Seni KAN Lasi Pado Kayo, Bakri, pengurus yayasan, serta para anak yatim piatu Nagari Lasi. Kehadiran para tokoh adat itu mempertegas bahwa tanggung jawab membina anak nagari adalah tugas bersama.

Tak berhenti pada teori, Datuak Sati turun langsung memandu praktik pembibitan. Setiap anak menerima satu batang bibit jengkol untuk ditanam di tanah kaum masing-masing, sebuah amanah kecil yang menyimpan harapan besar akan kemandirian di masa depan.

Baca Juga  Bupati Benni Ajak Jemaah Haji Jadikan Talbiyah sebagai Landasan Ibadah yang Ikhlas

“Kegiatan ini bukan sekadar mengajarkan menanam, tetapi menanam kepedulian terhadap lingkungan dan membiasakan anak-anak menabung lewat alam. Program ini kami sebut “Kayu Kacio Keluarga”, sebagai simbol investasi adat untuk generasi mendatang,” ujar Jamalul Ihsan Dt. Sati, menegaskan bahwa dari sebatang bibit, masa depan anak yatim piatu Nagari Lasi mulai ditumbuhkan.(ssc).