Jakarta – Minuman herbal dari air rebusan ketumbar kini semakin sering dibicarakan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Bumbu dapur yang selama ini identik dengan penyedap masakan tersebut ternyata menyimpan sejumlah potensi manfaat kesehatan saat bijinya direbus dan airnya dikonsumsi.
Ketumbar berasal dari tanaman Coriandrum sativum, satu keluarga dengan seledri dan wortel. Bagian yang paling umum dimanfaatkan adalah bijinya. Biji ketumbar dikenal mengandung berbagai senyawa aktif, termasuk antioksidan, yang berperan dalam melindungi tubuh dari efek buruk radikal bebas penyebab berbagai gangguan kesehatan.
Tak hanya dimanfaatkan dalam dunia kuliner, biji ketumbar juga kerap diolah menjadi minuman tradisional. Lalu, sebenarnya air rebusan ketumbar bermanfaat untuk apa saja? Berikut beberapa khasiat yang sering dikaitkan dengan konsumsi air rebusan ketumbar:
1. Mendukung kesehatan pencernaan
Air rebusan ketumbar dipercaya dapat membantu meredakan keluhan pencernaan seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman setelah makan. Kandungan senyawa dalam biji ketumbar diyakini mampu merangsang produksi enzim pencernaan sehingga proses pengolahan makanan dalam tubuh berjalan lebih lancar.
2. Menjaga kondisi kulit
Minuman herbal dari biji ketumbar mengandung antioksidan dan zat anti-inflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Konsumsi rutin disebut-sebut dapat membantu mengurangi peradangan, jerawat, serta mendukung tampilan kulit yang lebih cerah dan segar.
3. Membantu mengontrol kadar gula darah
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko diabetes. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa biji ketumbar berpotensi membantu menjaga kestabilan gula darah dengan memengaruhi kerja enzim tertentu dalam tubuh. Namun, manfaat ini masih memerlukan kajian lanjutan, khususnya pada manusia.
4. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
Kandungan antioksidan dalam biji ketumbar diyakini berperan dalam memperkuat sistem imun. Karena itu, air rebusan ketumbar sering dikonsumsi sebagai minuman pendukung saat tubuh terasa kurang fit atau rentan terserang flu. Selain itu, senyawa seperti quercetin dan tocopherol yang terkandung di dalamnya juga sedang diteliti terkait potensi perlindungan terhadap penyakit tertentu.
5. Mendukung kesehatan jantung dan tekanan darah
Sejumlah studi pada hewan menunjukkan bahwa ketumbar berpotensi membantu menurunkan tekanan darah serta memperbaiki profil kolesterol. Efek diuretik ringan dari ekstrak ketumbar diduga membantu tubuh membuang kelebihan garam dan cairan, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat.
Secara umum, air rebusan ketumbar kerap dimanfaatkan sebagai pendamping gaya hidup sehat, mulai dari menjaga pencernaan hingga mendukung kesehatan jantung. Meski berasal dari bahan alami, konsumsi herbal tetap perlu dilakukan secara bijak.
Untuk keamanan, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum rutin mengonsumsi air rebusan ketumbar, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang menjalani pengobatan.(BY)












