Embarkasi Haji Padang Layani 14 Kloter Bawa 5.244 Jamah dari BIM Menuju Tanah Suci Makkah

Padang – Embarkasi Haji Padang kembali menjadi gerbang suci bagi ribuan umat Islam yang memenuhi panggilan Ilahi. Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sebagai tempat pemberangkatan akan membawa sebanyak 5.244 calon jamaah haji (CJH) menuju Tanah Suci Makkah pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Keberangkatan CJH tentu membawa harapan, doa, dan air mata keluarga yang mengiringi.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Muhamnad Rifki, mengatakan bahwa embarkasi Padang akan melayani 14 kelompok terbang (Kloter).

“CJH tersebut sebanyak 3.900 orang asal Sumatera Barat dan 1.344 jamaah dari Provinsi Bengkulu. Ini pertanda mencerminkan kepercayaan besar yang kembali diberikan Pemerintah kepada Embarkasi Padang,” jelas Rifki.

Ia menyebut sebanyak 11 Kloter berasal dari Sumatera Barat, 2 Kloter dari Bengkulu, dan 1 Kloter gabungan Sumbar-Bengkulu.

“Kesemua disiapkan dengan perencanaan ketat agar jamaah memperoleh layanan terbaik sejak dari daerah,” ujar Rifki yang dihubungi fativa id, pada Rabu, 21 Januari 2026.

Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 23 April 2026 dan akan terbang keesokan harinya, 24 April 2026, langsung dari BIM menuju Jeddah, Arab Saudi.

Kloter perdana ini berasal dari Kota Padang, disusul kloter 2 hingga 4 dari Bengkulu, kloter 5 gabungan. Kloter 6 hingga 14 dari jamaah Sumbar. Pada kloter ke-14 ini sebagai kloter terakhir yang masuk asrama pada 8 Mei 2026.

Jamaah Embarkasi Padang akan diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Armada berbadan lebar yang menjadi saksi perjalanan spiritual ribuan insan menuju Baitullah.

Menurut Rifki, keberhasilan haji bukan sekadar soal jadwal penerbangan dan jumlah kloter, tetapi tentang kualitas pelayanan dan soliditas semua pihak.

“Penyelenggaraan haji tidak boleh dikerjakan secara parsial. Ini adalah kerja besar yang menuntut kekompakan. Komunikasi yang jujur, dan komitmen penuh. Di sinilah martabat pelayanan negara diuji,” tegas mantan Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar itu.

Proses pemberangkatan dari Embarkasi Padang akan berlangsung selama 16 hari, mulai 24 April 2026. Sementara itu, fase pemulangan juga dijadwalkan selama 16 hari, dengan kepulangan terakhir jamaah dari Jeddah ke Tanah Air pada 20 Juni 2026.

Terakhir, Rifki mengingatkan makna terdalam dari ibadah haji. “Semoga seluruh rangkaian berjalan lancar dan diberi kemudahan oleh Allah SWT. Menunaikan haji adalah panggilan suci, bukan semata soal kemampuan,” pungkasnya.

Dari BIM, ribuan langkah akan dilepas. Dari Sumatera Barat dan Bengkulu, doa-doa akan terbang. Menuju Makkah, menuju penghambaan paling agung lagi suci.(ssc).