Jakarta – Holding industri pertambangan MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) menggandeng konsorsium global Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL) untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Perusahaan ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam pembangunan ekosistem baterai terintegrasi di Tanah Air.
Saat ini, CATIB tengah menggarap pembangunan fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack. Pada tahap awal, pabrik ini dirancang memiliki kapasitas 6,9 GWh, yang kemudian akan diperluas hingga mencapai total 15 GWh pada fase berikutnya.
Proyek tersebut berlokasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, dengan luas area mencapai 43 hektare. Di dalamnya terdapat dua fasilitas utama. Pertama adalah pabrik Module & Pack (MP Plant) yang prosesi peletakan batu pertamanya dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025. Pembangunan fasilitas ini telah rampung, termasuk pemasangan peralatan manufaktur baterai pada Januari 2026. MP Plant menjadi pusat perakitan baterai berbasis sistem otomatis untuk menghasilkan produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik.
Fasilitas kedua adalah Cell Plant yang saat ini masih dalam tahap pembangunan lanjutan. Pabrik ini akan memproduksi sel baterai sebagai komponen dasar, sebelum dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik maupun kebutuhan energi lainnya.
Seluruh fasilitas di Karawang tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri, sekaligus mendorong kenaikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk kendaraan listrik.
Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menegaskan bahwa negara hadir untuk mempercepat lahirnya industri strategis berbasis teknologi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui inisiatif ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengintegrasikan industri dari hulu hingga hilir kendaraan listrik. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan dapat diwujudkan,” ujarnya, Sabtu (18/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL). Kerja sama ini mencakup riset dan pengembangan produk di bidang baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi bersih, sekaligus mempersiapkan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir pada 2028.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini menjadi jembatan penting bagi MIND ID dalam menjalankan perannya sebagai motor penggerak hilirisasi.
Grup MIND ID, lanjutnya, terus mengoptimalkan potensi besar sumber daya mineral dan batu bara untuk menjadi fondasi pembangunan peradaban masa depan.
“Kami akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan ekosistem baterai terintegrasi, agar manfaatnya semakin luas bagi negara dan masyarakat,” kata Maroef.
Senada dengan itu, Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mengawal pertumbuhan industri baterai nasional agar terbangun secara terpadu, berdaya saing global, dan berkontribusi pada penguatan keahlian nasional di bidang material maju untuk energi.
“PT IBI berkomitmen memastikan pengembangan ekosistem baterai nasional berjalan konsisten, mulai dari perencanaan hingga implementasi. Kemajuan signifikan proyek CATIB saat ini menunjukkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis untuk membangun industri baterai yang kompetitif dan berkelanjutan. Penandatanganan MoU ini menjadi wujud nyata agar industri baterai nasional mampu meningkatkan kepakaran Indonesia, khususnya dalam teknologi material maju untuk energi,” pungkasnya.(BY)












