Tekno  

Tren Smartphone 2025, Ponsel Rp2 Jutaan Laris, 5G Kian Diminati

Ilustrasi.
Ilustrasi.

JakartaIndustri ponsel pintar di Indonesia sepanjang 2025 kembali mencatatkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Performa pasar ditopang oleh kuatnya permintaan ponsel berharga terjangkau serta strategi promosi yang kian agresif dari para produsen.

Mengacu pada laporan Counterpoint Research kuartal III-2025, lima merek teratas kini menguasai lebih dari 75 persen pangsa pasar nasional. Persaingan paling ketat terjadi di kelas entry-level hingga menengah, segmen yang menjadi tulang punggung penjualan smartphone di Tanah Air.

Berikut lima merek ponsel paling laris di Indonesia sepanjang 2025:

1. Samsung (20 Persen)

Samsung masih bertengger di puncak pasar. Kinerja kuat di kelas menengah dan bawah, terutama lewat lini Galaxy A07 serta seri Galaxy A lainnya, menjadi penopang utama. Perpaduan layar AMOLED, daya tahan baterai yang baik, serta banderol yang tetap bersaing di bawah Rp2,5 juta membuat produk Samsung tetap diminati konsumen.

2. Xiaomi (17 Persen)

Xiaomi menempati posisi kedua dengan pendekatan “value for money” yang konsisten. Produk Redmi dan POCO dikenal menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga ramah kantong. Perluasan kanal penjualan langsung serta kerja sama dengan operator turut memperluas jangkauan pasar. Bahkan, pada kuartal II-2025, Xiaomi sempat memimpin dengan pangsa 21 persen berdasarkan data Omdia.

3. Oppo (16 Persen)

Di peringkat ketiga, Oppo mengandalkan desain yang modern serta kemampuan kamera berbasis AI yang diminati generasi muda. Fokus pada segmen menengah dan kampanye pemasaran yang masif membuat merek ini tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan.

4. Vivo (14 Persen)

Vivo berada di posisi keempat dengan keunggulan pada kualitas kamera depan dan fitur audio. Seri Y dan V menjadi andalan, terutama bagi pengguna yang gemar swafoto dan membuat konten di media sosial.

5. Infinix (12 Persen)

Infinix mencatat pertumbuhan paling pesat dengan lonjakan tahunan mencapai 45 persen. Pendekatan agresif ke komunitas gaming serta popularitas seri Note dan Hot di kalangan anak muda sukses mendongkrak pangsa pasar hingga 12 persen.

Di luar lima besar, Apple menempati posisi keenam dengan pangsa sekitar 6–7 persen. Setelahnya, menyusul realme, Transsion Group (Tecno dan Itel di luar Infinix), Asus, serta Honor.

Arah Pasar Smartphone Nasional

Karakter pasar Indonesia masih didominasi ponsel dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Hal ini mencerminkan sikap konsumen yang tetap selektif meski pasar tumbuh sekitar 12 persen.

Di sisi lain, penetrasi teknologi 5G terus meningkat. Pada kuartal III-2025, sekitar 35 persen pengiriman smartphone sudah mendukung jaringan generasi kelima. Kombinasi harga terjangkau dengan fitur masa depan menjadi senjata utama para produsen untuk mempertahankan daya saing di pasar Indonesia.(BY)