Natalius Pigai Soroti Pejabat yang Takut pada Rakyat: “Berarti Ada Salah”

Menteri HAM Natalius Pigai.
Menteri HAM Natalius Pigai.

Jakarta — Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan bahwa dirinya berupaya memberi teladan lewat sikap sederhana selama menjabat. Salah satunya, ia mengaku tidak menggunakan pengawalan atau patroli pengamanan (patwal) saat beraktivitas.

Menurut Pigai, keputusan itu ia ambil karena merasa tidak memiliki beban atau kesalahan terhadap masyarakat, sehingga tidak perlu merasa takut.

“Pernah lihat saya pakai patwal? Tidak ada. Pemimpin tidak perlu bersembunyi,” ujarnya.

Ia menilai, pejabat yang takut kepada rakyat justru mengindikasikan adanya kesalahan.

“Kalau kamu tidak salah, kenapa harus takut pada rakyat? Kalau takut, berarti ada dosa,” lanjutnya.

Pigai juga menjelaskan bahwa para ajudan yang mendampinginya berasal dari unsur Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia mengaku sebenarnya bisa saja menunjuk orang dekat, namun memilih menahan diri.

Ia menyinggung soal perekrutan pejabat dari Papua, seraya mengatakan bahwa ia tidak ingin memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi.

“Bisa saja saya ambil orang Papua jadi eselon 1 atau 2. Tapi saya rem keinginan itu,” tuturnya.

Pigai menekankan, integritas dan antikorupsi tidak cukup disuarakan, melainkan harus ditunjukkan melalui tindakan nyata.

“Kita buktikan dengan perbuatan, bukan hanya kata-kata,” tegasnya.(BY)