Pemulihan Pascabencana, Pemerintah Pacu Pembangunan Rumah di Sumatra

Prajurit TNI membangun hunian sementara bagi warga terdampak banjir Sumbar.
Prajurit TNI membangun hunian sementara bagi warga terdampak banjir Sumbar.

Jakarta — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 500 unit rumah bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatra dapat rampung dalam waktu satu minggu. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari program penyediaan 15.000 unit hunian yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keterangan itu ia sampaikan setelah menerima kunjungan Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah langkah percepatan pemulihan pascabencana, terutama peran BUMN dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk penyediaan tempat tinggal.

“Pada pekan pertama, sedikitnya 500 unit rumah ditargetkan sudah selesai dibangun dari total 15.000 unit yang digarap BUMN sepanjang Desember ini. Pembangunan tersebut berjalan beriringan dengan hunian yang disiapkan BNPB serta Kementerian PUPR,” ujar Teddy melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga  Banjir Lahar Terbesar Sejak 2010, Pencarian Korban di Magelang Masih Berlanjut

Selain hunian, pertemuan juga menyinggung kesiapan jaringan telekomunikasi. Base Transceiver Station (BTS) milik BUMN diharapkan segera beroperasi optimal agar aktivitas warga di kawasan terdampak bisa kembali pulih.

Topik lain yang turut dibahas adalah keberlanjutan dukungan BUMN di lapangan.

“Bentuk dukungan tersebut berupa pengiriman alat berat, suplai air bersih, hingga pengerahan ribuan tenaga kerja, khususnya untuk proses pembersihan dan pemulihan di Aceh Tamiang,” ungkap Teddy.

Agenda strategis berikutnya adalah percepatan pemulihan layanan keuangan. Pemerintah menargetkan aktivitas perbankan di daerah terdampak dapat segera kembali berjalan normal. Teddy menekankan bahwa seluruh unsur pemerintah terus bergerak cepat bersama masyarakat.

Baca Juga  KAI Hadirkan Kelas Premium, Tarifnya Rp 2 Juta

“Setiap elemen pemerintah berupaya secepat mungkin agar aktivitas warga dapat kembali seperti semula. Seluruh proses dilakukan bergotong royong bersama masyarakat dan petugas untuk memulihkan kondisi pascabencana,” tuturnya.(BY)