Padang – Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Padang berhasil mengevakuasi seorang awak kapal Besiktas Kazakhstan yang membutuhkan perawatan medis di perairan Sumatera Barat. Evakuasi ini dilakukan setelah kapten kapal, Cihan Altinok, mengajukan permintaan bantuan melalui email resmi perusahaan.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa kapal Besiktas Kazakhstan merupakan kapal kargo/bulk carrier berbendera Kepulauan Marshall dengan nomor IMO 9461271 dan MMSI 538010017. Kapal ini sedang menempuh rute Indonesia–India ketika salah satu awaknya, Mamerto Jr. Mangadlao Mongado, warga negara Filipina berusia 51 tahun, memerlukan evakuasi medis.
“Koordinat lokasi evakuasi berada di 0°58’13,39″S – 99°53’19,28″E, sekitar 30 mil laut dari Pelabuhan Barau Bungus ke arah barat. Tim SAR berangkat menggunakan Rib 02 untuk menuju titik intercept dan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban,” ujar Abdul Malik.
Evakuasi pasien direncanakan dengan dua metode. Pertama, helikopter mendarat di kapal dan pasien dipindahkan menggunakan basket stretcher. Kedua, helikopter hover (hoisting) menggunakan SKED stretcher dan LSB dengan tambahan tagline untuk mencegah twist, sebelum pasien dibawa ke rumah sakit.
Tim SAR tiba di lokasi pukul 07.30 WIB. Petugas KKP naik ke kapal untuk memeriksa kondisi korban. Setelah dipastikan aman dan tidak ada risiko penyakit menular, korban dipindahkan ke helikopter untuk diterbangkan ke Lanud Sutan Sjahrir, Padang.
Helikopter HR-3604 lepas landas dari Lanud Sutan Sjahrir pukul 09.26 WIB dan sampai di lokasi sekitar satu jam kemudian. Mamerto Jr. Mangadlao berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk empat kru helikopter, empat personel Rib 02, petugas KKP, Imigrasi, Satrol, KSOP, dan Humas. Peralatan yang digunakan antara lain Rib 02, helikopter HR-3604, ambulans, serta perlengkapan SAR udara, mountaineering, dan komunikasi.
Cuaca saat operasi tercatat cerah berawan, dengan angin 3 knot dari tenggara dan gelombang 0,75–1 meter. Setelah evakuasi selesai, seluruh unsur kembali ke instansi masing-masing, dan operasi SAR resmi ditutup.(des*)












