Padang  

Balai Monitor dan Diskominfotik Percepat Pemulihan Jaringan

Ilustrasi
Ilustrasi

Padang – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah melakukan pemulihan jaringan komunikasi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pascabanjir dan longsor. Upaya ini meliputi perbaikan 145 unit base transceiver station (BTS) serta pendistribusian bantuan internet satelit.

Kepala Balai Monitor Kelas II Padang, Helmi, menyampaikan melalui keterangan BNPB di Jakarta, bahwa penanganan darurat dilakukan dengan memperbaiki BTS yang rusak dan menyalurkan internet satelit untuk mendukung komunikasi di wilayah terdampak.

“Dengan pengerahan personel di lapangan, jalur komunikasi yang terputus dapat segera kembali terkoneksi,” ujar Helmi.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Komdigi menyalurkan 32 unit internet satelit Starlink secara gratis untuk wilayah terdampak banjir dan longsor. Selain itu, perbaikan BTS yang terganggu akibat bencana juga terus dilakukan. Berdasarkan data pemantauan, sekitar 4 persen dari total BTS di Sumbar mengalami gangguan. Hingga 3 Desember 2025, tercatat 154 unit BTS mengalami masalah dari total 3.739 unit.

Dari jumlah tersebut, 124 BTS terganggu karena pasokan listrik terputus, 29 unit mengalami gangguan transmisi akibat koneksi fiber optik atau radio link terputus, dan satu BTS rusak fisik akibat terbawa arus banjir. Untuk mengatasi gangguan listrik, petugas Balai Monitoring menyiagakan genset di lapangan.

BTS terdampak tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Agam (45 BTS), Pasaman (37 BTS), Padang Pariaman (18 BTS), Solok (14 BTS), Kota Padang (12 BTS), Kota Solok (5 BTS), Pasaman Barat (5 BTS), Pariaman (3 BTS), Tanah Datar (2 BTS), serta Pesisir Selatan, Sijunjung, dan wilayah lain masing-masing satu BTS.

Percepatan pemulihan jaringan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Provinsi Sumbar. Kepala Diskominfotik Sumbar, Rudi Rinaldi, menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota terdampak untuk mendukung distribusi bantuan.

Starlink dapat beroperasi selama tidak ada hambatan sinyal satelit dan tersedia sumber listrik atau genset. Jangkauan sinyal internetnya mencapai 500 meter hingga 1 kilometer, dengan kapasitas digunakan oleh sekitar 60 pengguna secara bersamaan.

Selain itu, Balai Monitor juga mengoperasikan repeater kebencanaan di puncak Gunung Singgalang yang mampu menjangkau 9–10 kabupaten/kota di Sumbar. Repeater ini bisa digunakan dengan perangkat radio komunikasi dan telah dimanfaatkan oleh BPBD, PPTD, Orari, dan RAPI.(des*)