Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi keselamatan atau rampcheck pada sejumlah armada bus di Pool PO Sinar Jaya, Bekasi, Jawa Barat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan semua kendaraan dalam kondisi layak jalan dan menjamin keselamatan masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Dalam rangka Nataru, kami menjalankan operasi angkutan dan salah satunya adalah memastikan kelaikan kendaraan, karena ini merupakan tugas utama kami untuk menjamin keselamatan penumpang,” ujar Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, dalam siaran pers yang dikutip InfoPublik, Rabu (12/11/2025).
Inspeksi mencakup pengecekan komponen vital, seperti sistem rem, wiper, lampu, kondisi ban, serta kelengkapan alat keselamatan di dalam bus. Hasilnya, sebagian besar armada dinyatakan layak beroperasi selama masa angkutan Nataru.
Aan menambahkan, hasil rampcheck mandiri yang dilakukan PO Sinar Jaya akan diintegrasikan ke dalam sistem Ditjen Hubdat. Langkah ini penting untuk memperkuat pengawasan kelaikan kendaraan secara nasional.
“Saya yakin PO Sinar Jaya sudah melakukan rampcheck mandiri, dan kami berharap hasil pemeriksaan internal mereka bisa tersambung dengan sistem kami,” jelasnya. “Saat ini, kami tengah membangun sistem pengawasan digital untuk memastikan setiap kendaraan yang beroperasi benar-benar layak jalan.”
Selain pengecekan teknis, Aan mengapresiasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) oleh PO Sinar Jaya. Ia menilai hal ini menunjukkan komitmen operator dalam menjaga keselamatan dan membangun kepercayaan publik.
“Kami melihat PO Sinar Jaya menerapkan SMK dengan sungguh-sungguh. Ini menjadi contoh bagi operator lain bahwa keselamatan bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi utama membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PO Sinar Jaya, Teddy Kurniawan Rusly, menegaskan bahwa pemeriksaan kelaikan kendaraan dilakukan secara rutin sebelum setiap keberangkatan. Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan kompetensi pengemudi dan staf operasional melalui pelatihan berkala.
“Kami selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Setiap kendaraan wajib melewati inspeksi sebelum berangkat, dan pengemudi mendapatkan pelatihan agar mampu memberikan layanan aman dan prima bagi masyarakat,” ujar Teddy.
Di akhir kunjungan, Dirjen Aan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan operator transportasi untuk memperkuat budaya keselamatan nasional.
“Ke depan, kami akan menyusun skema pengawasan terpadu terhadap kendaraan serta peningkatan kompetensi pengemudi. SDM berkualitas sangat menentukan keselamatan transportasi darat. Harapannya, sinergi ini mampu menjaga keselamatan masyarakat selama angkutan Natal dan Tahun Baru,” tutupnya.(des*)












