Dampak Cara Memasak terhadap Gizi, Mengukus Ternyata Lebih Unggul dari Merebus

Mengukus makanan ternyata lebih sehat.
Mengukus makanan ternyata lebih sehat.

Jakarta – Setiap metode memasak memiliki dampak berbeda terhadap rasa dan kandungan gizi makanan. Dua cara yang sering dianggap sehat adalah mengukus dan merebus, namun keduanya ternyata tidak memberikan hasil yang sama dari segi nutrisi.

Mengukus, Cara Memasak yang Minim Kehilangan Nutrisi

Metode mengukus dilakukan dengan memanfaatkan uap panas dari air mendidih untuk mematangkan makanan tanpa harus mencelupkannya langsung ke dalam air. Cara ini membuat makanan matang secara perlahan dan merata tanpa membutuhkan tambahan minyak.

Menurut World Food Wine, mengukus membantu menjaga kadar kalori dan lemak tetap rendah, sehingga cocok bagi mereka yang ingin makan sehat. Selain itu, sayuran yang dikukus cenderung tetap renyah, berwarna cerah, dan tidak kehilangan banyak vitamin.

Mengutip NDTV, vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan B kompleks lebih banyak bertahan dalam proses pengukusan karena tidak terbuang ke air. Tak hanya sayuran, berbagai sumber protein seperti ayam, ikan, dan seafood juga bisa dikukus agar tetap segar, lembut, dan kaya nutrisi.

Merebus, Praktis tapi Berisiko Kehilangan Vitamin

Berbeda dengan mengukus, metode merebus dilakukan dengan cara merendam bahan makanan langsung dalam air panas hingga matang. Cara ini sering digunakan untuk membuat sup, bubur, atau sayuran bertekstur lembut seperti kentang dan wortel.

Kelemahannya, kontak langsung dengan air membuat nutrisi mudah larut dan hilang selama proses pemasakan. Mengutip Times of India, sayuran yang direbus bisa kehilangan sebagian besar vitamin dan mineralnya, terutama yang larut dalam air.

Akibatnya, rasa sayuran rebus sering kali menjadi lebih hambar dan teksturnya lembek. Meski demikian, teknik ini tetap cocok untuk melunakkan sayuran berpati seperti ubi atau kentang. Agar gizi tetap terjaga, sebaiknya rebus dalam air yang sudah mendidih dan tidak terlalu lama.

Selain itu, air bekas rebusan bisa dimanfaatkan sebagai kaldu alami untuk menjaga agar nutrisi yang larut tetap bisa dikonsumsi.

Mana yang Lebih Sehat?

Jika dibandingkan, mengukus memiliki keunggulan dalam mempertahankan kandungan gizi. Berdasarkan riset yang dikutip dari Health, sayuran yang dikukus hanya kehilangan sekitar 8–14 persen vitamin C, sementara pada sayuran rebus bisa berkurang hingga 40–55 persen.

Selain itu, proses mengukus juga membantu menjaga senyawa alami seperti flavonoid dan beta-karoten yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan sistem imun. Terutama pada sayuran jenis cruciferous seperti brokoli, kol, dan kembang kol, pengukusan membantu menjaga senyawa pelindung tubuh tetap stabil.

Dengan demikian, bila tujuan Anda adalah mempertahankan kandungan nutrisi dan cita rasa alami makanan, mengukus merupakan pilihan yang lebih sehat dibandingkan merebus.(BY)