Solok – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, harus menggotong jenazah seorang guru Sekolah Dasar Negeri karena akses jalan menuju pemakaman yang buruk.
Dalam rekaman itu terlihat warga secara gotong royong menandu jenazah melewati jalan tanah yang belum diaspal, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Camat Pantai Cermin, Gerry Candra, membenarkan peristiwa tersebut pada Selasa (28/10/2025). Jenazah yang digotong adalah Yenti Risna (59), guru SD N 20 Lubuak Rasam, Nagari Surian. Gerry menyebutkan, almarhumah telah mengabdi sebagai ASN selama 33 tahun.
“Beliau meninggal dunia pada usia 59 tahun di Jorong Lubuak Rasam sekitar pukul 05.30 WIB pada Senin (27/10/2025),” jelas Gerry. Jenazah kemudian dikebumikan pada pukul 15.00 WIB di Jorong Pisau Hilang, Nagari Lolo.
Perjalanan 4–5 Jam Melewati Jalan Sulit
Proses pengantaran jenazah melibatkan keluarga, warga, serta rekan sejawat dari PGRI, di bawah koordinasi Ketua PGRI Pantai Cermin. Perjalanan dari Jorong Lubuak Rasam menuju pemakaman membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam.
Jarak yang ditempuh sekitar 14 kilometer, namun medan yang berat, berupa jalan perbukitan menanjak dan belum diaspal, membuat perjalanan menjadi sangat sulit. “Ini merupakan satu-satunya akses jalan ke lokasi, tidak ada jalur alternatif lain,” ujar Gerry.
Selain harus dilalui dengan berjalan kaki, jalan ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua khusus seperti sepeda motor trail. Motor biasa tidak memungkinkan melintas.
Kisah warga yang menandu jenazah sepanjang 14 kilometer ini menjadi simbol semangat gotong royong dan dedikasi, sekaligus mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur yang menjangkau pelosok desa.(des*)












