Jakarta – Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi mengumumkan peluncuran turnamen baru bertajuk FIFA ASEAN Cup bertepatan dengan pelaksanaan KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10/2025).
Infantino menjelaskan bahwa kompetisi ini akan menjadi ajang bergengsi bagi seluruh negara di kawasan Asia Tenggara. “Turnamen ini akan melibatkan 11 negara anggota ASEAN dan diharapkan memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kawasan ini tetapi juga dunia sepakbola secara global,” ujarnya dikutip dari Berita Harian.
Ia menambahkan, angka 11 yang mewakili jumlah tim peserta memiliki makna simbolis dalam dunia sepakbola. “Satu tim terdiri dari 11 pemain, dan kini 11 negara ASEAN telah bersatu untuk meraih kemenangan,” ucap Infantino.
Terinspirasi dari FIFA Arab Cup dan UEFA Nations League
Konsep FIFA ASEAN Cup disebut-sebut mirip dengan dua turnamen internasional yang telah lebih dulu sukses digelar, yakni FIFA Arab Cup dan UEFA Nations League.
FIFA Arab Cup merupakan turnamen resmi FIFA yang mempertemukan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Mesir, Irak, Arab Saudi, dan Tunisia. Kompetisi dua tahunan itu masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub wajib melepas pemainnya untuk membela tim nasional. Edisi 2025 FIFA Arab Cup akan berlangsung di Qatar pada 1–18 Desember 2025.
Sementara UEFA Nations League menjadi ajang kompetitif antarnegara Eropa yang dihelat secara berkala pada jeda pertandingan internasional (FIFA Matchday). Ajang ini menjadi inspirasi bagi FIFA untuk menghadirkan kompetisi serupa di kawasan Asia Tenggara.
Jadwal dan Format Masih Dirahasiakan
Hingga kini, FIFA belum mengumumkan secara resmi kapan FIFA ASEAN Cup akan dimulai serta seperti apa format turnamennya. Namun, jika ajang ini masuk kalender resmi FIFA, maka setiap negara, termasuk Indonesia, bisa menurunkan skuad terbaiknya.
Artinya, para pemain keturunan yang kini memperkuat Garuda seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Ole Romeny dapat tampil menghadapi negara-negara kuat Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, hingga Laos.
Turnamen ini diyakini akan menjadi momentum besar bagi ASEAN untuk memperkuat posisi sepakbolanya di tingkat dunia.(BY)












