Jakarta – Lenovo resmi menghadirkan dua laptop gaming terbarunya di pasar Indonesia, yakni Legion Pro 5i dan Legion 5i. Kedua perangkat ini tidak hanya ditujukan bagi gamer, tetapi juga bagi kalangan profesional yang membutuhkan performa tinggi untuk produktivitas dan kreasi konten.
Legion Pro 5i
Seri Legion Pro 5i tampil dengan tenaga penuh berkat prosesor Intel® Core™ Ultra HX generasi ke-2 yang menawarkan hingga 24 core. Laptop ini dipadukan dengan RAM DDR5 hingga 32GB dan penyimpanan SSD PCIe Gen 4 berkapasitas 1TB.
Untuk menjaga performa tetap stabil, Lenovo menyematkan sistem pendingin Legion ColdFront Hyperchamber dengan kipas ganda cerdas, yang tidak hanya efektif menurunkan suhu tetapi juga tetap nyaman dari sisi kebisingan.
Dari sisi tampilan, perangkat ini dibekali layar PureSight OLED 16 inci WQXGA dengan refresh rate 240Hz dan tingkat kecerahan 500 nits. Sertifikasi TÜV dan VESA DisplayHDR™ True Black 1000 menjamin pengalaman visual tajam dengan warna mendalam. Sementara itu, keyboard Legion TrueStrike RGB 24-zone mendukung kontrol presisi untuk bermain game maupun bekerja.
Legion 5i
Berbeda dengan varian Pro, Legion 5i ditawarkan dengan harga lebih ramah, namun tetap mempertahankan kualitas. Laptop ini ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra 7 255HX yang dipadukan dengan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5070.
Layarnya menggunakan panel OLED 15,3 inci WQXGA dengan refresh rate 165Hz, waktu respons sub-1ms, serta teknologi True Black yang membuat visual lebih hidup sekaligus nyaman untuk mata. Pendinginan ditangani oleh sistem Legion ColdFront Hyper, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan mode sesuai kebutuhan.
Harga dan Layanan
Lenovo membanderol Legion Pro 5i mulai dari Rp31.999.000, sementara Legion 5i dipasarkan dengan harga awal Rp24.999.000.
Sebagai nilai tambah, kedua laptop tersebut sudah dilengkapi dengan layanan Legion Ultimate Support selama 3 tahun, termasuk akses teknisi ahli 24/7 yang memahami kebutuhan gamer. Lenovo juga memberikan perlindungan tambahan berupa Accidental Damage Protection selama 3 tahun untuk mengantisipasi kerusakan akibat insiden tak terduga, seperti tumpahan minuman atau benturan.(BY)












