BEI Gandeng OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Ilustrasi
Ilustrasi

Padang  – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, menegaskan perlunya upaya serius untuk meningkatkan minat serta pemahaman masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) terhadap pasar modal.

“Literasi pasar modal di Sumbar masih tergolong rendah. Kami berharap keberadaan kantor BEI di Padang mampu menjadi pendorong peningkatan literasi di daerah ini,” ujarnya saat berkunjung ke Padang, Kamis (tanggal menyesuaikan).

Data BEI Sumbar menunjukkan, provinsi ini termasuk dalam lima besar wilayah dengan tingkat literasi pasar modal terendah di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus BEI dalam memperluas pengetahuan masyarakat mengenai investasi yang resmi dan menguntungkan.

Untuk menjawab tantangan itu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta berbagai pemangku kepentingan terus mengintensifkan program edukasi. Kegiatan tersebut mencakup sekolah pasar modal, pendirian galeri investasi, hingga penyuluhan keuangan yang digelar baik secara daring maupun tatap muka.

Baca Juga  Wakil Ketua OJK, Penerimaan Tahun 2023 untuk Biaya Operasional Tahun 2024

Irvan menjelaskan, peningkatan jumlah investor pasar modal merupakan salah satu indikator utama kinerja BEI. Namun, target itu tidak akan tercapai bila minat masyarakat masih rendah.

“Edukasi saja tidak cukup, harus disertai dengan kesadaran dari masyarakat. Kami ingin dana yang mereka miliki dapat dikelola secara cerdas melalui instrumen tepat, sehingga memberi manfaat jangka panjang sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan untuk melindungi masyarakat dari praktik investasi ilegal maupun jeratan pinjaman online.

Baca Juga  Penyebab dan Dampak Kebangkrutan Bank, Analisis Mendalam dari OJK

“Dengan memahami pasar modal dan pengelolaan keuangan, masyarakat bisa lebih bijak mengambil keputusan serta terhindar dari jebakan investasi bodong,” pungkasnya.(des*)