Pariaman – Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman, Sumatera Barat, Mulyadi, menegaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki posisi istimewa dalam tatanan sosial Minangkabau, termasuk di Kota Pariaman. Menurutnya, keberadaan Bundo Kanduang sangat penting dalam menjaga adat, budaya, sekaligus membentuk akhlak generasi muda.
“Kearifan lokal di Sumatera Barat, terutama di Pariaman, masih terjaga dengan baik. Walaupun kita hidup di wilayah perkotaan, simpul-simpul adat tetap kuat dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya tampak melalui peran Bundo Kanduang,” ujar Mulyadi, Minggu (21/9).
Ia mengingatkan adanya pergeseran nilai budaya di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi melemahkan karakter generasi penerus. Karena itu, ia mengajak agar peran Bundo Kanduang dihidupkan kembali dan tampil lebih aktif dalam kehidupan sosial.
“Sekarang ini kita menyaksikan adanya pergeseran nilai dan budaya. Di sinilah pentingnya peran Bundo Kanduang untuk menjaga anak-anak kita agar tidak kehilangan jati diri, tetap beretika, dan berakhlak mulia,” jelasnya.
Mulyadi juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta membimbing generasi muda supaya tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif dan tetap menjunjung tinggi nilai luhur Minangkabau.
“Pembinaan anak-anak kita bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan begitu, mereka akan tetap berada pada jalur yang benar dan tidak tercerabut dari budaya kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, fungsi sosial Bundo Kanduang harus terus diperkuat agar mampu menjadi penyeimbang antara perkembangan modernitas dengan identitas budaya lokal.(des*)










