Bansos Beras Kini Dilengkapi Minyak Goreng 2 Liter per Bulan

DPR Minta Tambahan Bansos Minyak Goreng, Menkeu Purbaya: Kami Sanggup.
DPR Minta Tambahan Bansos Minyak Goreng, Menkeu Purbaya: Kami Sanggup.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons positif permintaan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang mengusulkan penambahan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat. Ia menyatakan siap menambahkan minyak goreng 2 liter dalam paket bantuan pangan yang sebelumnya hanya berupa 10 kg beras untuk periode Oktober–November 2025.

Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan pimpinan DPR RI dan menegaskan persetujuannya terhadap Rancangan APBN 2026 apabila usulan tambahan minyak goreng disetujui pemerintah.

“Kami baru saja berdiskusi dengan pimpinan DPR. Harapannya, bantuan beras 10 kg per bulan bisa dilengkapi dengan 2 liter minyak goreng. Jika hal ini disepakati, maka kami akan setuju dengan postur anggaran yang diajukan,” kata Said dalam Rapat Kerja bersama Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan Bappenas di Gedung DPR, Kamis (18/9/2025).

Menurut Said, usulan awal sebenarnya adalah 5 liter minyak goreng per keluarga, namun akhirnya disesuaikan menjadi 2 liter agar tetap sesuai tujuan program bantuan pangan.

Menkeu Purbaya memastikan pemerintah sanggup merealisasikan tambahan tersebut. “Penambahan 2 liter minyak goreng per bulan masih bisa kami penuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program bantuan pangan beras 10 kg yang digulirkan Oktober–November 2025 masih dalam tahap uji coba. Pemerintah akan mengevaluasi efektivitasnya dan mempertimbangkan penyesuaian di bulan-bulan berikutnya.

Sebagai catatan, pemerintah telah menyiapkan Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi 2025 yang mencakup delapan program percepatan, empat program lanjutan untuk 2026, serta lima program unggulan penciptaan lapangan kerja. Salah satu program utama adalah bantuan pangan berupa 10 kg beras per bulan untuk dua bulan terakhir 2025.

“Nanti akan dievaluasi kembali untuk Desember. Jika tetap dibutuhkan, tambahan anggaran sekitar Rp7 triliun akan dialokasikan,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari Antara.(BY)