Jakarta – Peluncuran Satelit Nusantara Lima (N5) menandai tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas digital di Indonesia. Keberhasilan ini disambut positif oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), karena N5 mampu menambah kapasitas internet nasional hingga 160 Gbps, yang sangat vital untuk pemerataan akses digital di seluruh nusantara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa satelit ini dirancang untuk kepentingan masyarakat. Dengan adanya N5, wilayah-wilayah terpencil akan menikmati akses internet yang lebih baik sehingga tidak lagi tertinggal dalam informasi dan teknologi.
“Satelit Nusantara Lima menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh Indonesia. Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kesempatan yang setara bagi semua,” ujar Meutya dalam pernyataan resmi.
Menkomdigi menambahkan, selama ini sejumlah daerah terpencil menghadapi keterbatasan akses, terutama dalam kegiatan pendidikan. Dengan hadirnya N5, diharapkan setiap warga negara memperoleh kesempatan yang setara,sebagaimana dikutip okezone.com,
“Anak-anak di Maluku dan Papua kini bisa belajar dengan fasilitas yang setara dengan Jakarta, pasien di pulau-pulau kecil dapat berkonsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita mampu bersaing di ranah digital. Inilah esensi pemerataan digital,” jelasnya.
Dengan kapasitas 160 Gbps, N5 kini menjadi satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara. Satelit ini menempati slot orbit strategis 113° Bujur Timur, atau dikenal sebagai golden spot, yang mencakup seluruh wilayah Indonesia serta memperkuat konektivitas di kawasan timur.
Satelit N5 dimiliki oleh PT Satelit Nusantara Lima (SNL), anak usaha PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kerja sama internasional dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX. Pemerintah melalui Komdigi memastikan proses registrasi orbit sekaligus menjaga kedaulatan nasional dalam pengelolaan satelit ini.(des*)












