Jakarta – Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, mengungkapkan cerita di balik proses panjang mendatangkan Jordi Amat. Ia merasa lega karena bek berusia 33 tahun itu akhirnya resmi berseragam Macan Kemayoran dalam kondisi bugar.
Kehadiran Jordi menjadi kejutan bagi publik karena ia didatangkan tepat menjelang bergulirnya Super League 2025–2026. Selain Jordi, Persija sebelumnya juga dikabarkan tengah mendekati beberapa pemain keturunan Timnas Indonesia seperti Rafael Struick dan Thom Haye. Namun, keduanya akhirnya memilih klub lain; Struick merapat ke Dewa United, sedangkan Haye berlabuh di Persib Bandung.
Proses Negosiasi Panjang
Bambang, yang akrab disapa Bepe, tidak menutupi bahwa manajemen sempat membuka komunikasi dengan sejumlah pemain keturunan untuk memperkuat skuad. Namun, ia enggan menyebutkan nama-nama yang dihubungi.
“Kami melakukan komunikasi dengan beberapa pemain yang dianggap sesuai dengan kebutuhan pelatih,” jelas Bepe, Minggu (14/9/2025).
Menurutnya, keputusan akhir diambil setelah melalui diskusi panjang dengan jajaran pelatih demi menjaga keseimbangan tim. “Kalau ditanya apakah ada pemain naturalisasi yang diincar, jawabannya ada, tapi saya tidak bisa sebutkan siapa saja,” tambahnya.
Kepuasan Terhadap Jordi
Pada akhirnya, Persija berhasil mengamankan tanda tangan Jordi Amat setelah proses yang tidak mudah. Bepe mengaku puas karena sang pemain mampu menunjukkan kelasnya di lini belakang.
“Jordi adalah pilihan yang diinginkan pelatih, dan kami bersyukur bisa mendatangkannya. Kondisinya sangat fit dan performanya luar biasa,” ujar Bepe.
Sejauh ini, Jordi tampil solid bersama Rizky Ridho dalam empat laga awal Super League musim ini. Hasilnya, gawang Persija hanya kebobolan dua kali, menunjukkan peran penting duet bek tengah tersebut dalam menjaga pertahanan tim.(BY)












