Jakarta – Indonesia dikenal sebagai negeri kepulauan dengan ribuan pulau dan keragaman budaya. Salah satu bukti perkembangan peradaban modern yang hadir di Nusantara adalah stasiun kereta api, yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga menjadi simpul penting dalam pergerakan ekonomi dan saksi sejarah perjalanan bangsa.
Bangunan stasiun, khususnya yang berdiri sejak masa kolonial, menyimpan banyak kisah menarik. Arsitektur yang megah, rel baja yang membentang, hingga aktivitas masyarakat di sekitarnya, merekam jejak kemajuan transportasi dari masa ke masa.
Mengutip unggahan Ditjen Perkeretaapian, berikut tiga stasiun kereta api bersejarah di Indonesia yang masih menjadi bagian penting dari cerita panjang perjalanan bangsa.
- Stasiun Tanjung Priok, Jakarta: Gerbang Laut yang Megah
Terletak di kawasan utara ibu kota, Stasiun Tanjung Priok merupakan hasil pembangunan besar yang dimulai pada 6 April 1925 setelah sembilan tahun persiapan. Peresmian stasiun ini sekaligus menandai hadirnya jalur kereta listrik pertama di Hindia Belanda, yang menghubungkan Tanjung Priok dengan Meester Cornelis (kini Jatinegara).
Bangunan berarsitektur kolonial ini bukan hanya terminal kereta, tetapi juga simbol kejayaan pelabuhan Batavia. Hingga kini, stasiun masih melayani perjalanan lokal dan menjadi pengingat akan kejayaan maritim masa lalu.
- Stasiun Cikajang, Garut: Simbol Rekayasa di Tanah Pasundan
Berlokasi di ketinggian 1.246 mdpl, Stasiun Cikajang pernah tercatat sebagai stasiun tertinggi di Indonesia. Letaknya di Garut, Jawa Barat, menjadikannya ikon transportasi pegunungan yang menantang pada masanya.
Meski kini sudah tidak lagi beroperasi, jejak sejarahnya masih terasa. Pemandangan alam yang indah, udara sejuk, serta kisah pembangunan jalur menuju dataran tinggi, menunjukkan betapa pentingnya kereta api dalam membuka akses ekonomi hingga ke pelosok Pasundan.
- Stasiun Takalar, Sulawesi Selatan: Jejak Kereta di Tanah Celebes
Banyak yang tidak menyangka bahwa Sulawesi Selatan pernah memiliki jaringan kereta api. Pada 1922, pemerintah kolonial membangun jalur yang menghubungkan Makassar dan Takalar, meski sempat terhambat akibat Perang Dunia I.
Jalur tersebut akhirnya diresmikan pada 1 Juli, dengan kereta yang dikenal sebagai Takalar Express. Meski kini tidak lagi beroperasi, keberadaan Stasiun Takalar menjadi bukti bahwa pembangunan rel tidak hanya terpusat di Jawa, melainkan juga menjangkau wilayah lain di Nusantara.
Tiga stasiun bersejarah ini membuktikan bahwa transportasi kereta api bukan sekadar sarana mobilitas. Setiap rel dan bangunannya adalah bagian dari narasi panjang bangsa, menyimpan kenangan tentang kemajuan teknologi, dinamika ekonomi, dan semangat zaman yang tak boleh dilupakan.(BY)












