Saudi Barat Daya Terdampak Banjir Bandang Setelah Hujan Deras

Otoritas Arab Saudi memperingatkan cuaca ekstrem di sebagian wilayah, termasuk Kota Makkah
Otoritas Arab Saudi memperingatkan cuaca ekstrem di sebagian wilayah, termasuk Kota Makkah

Jakarta – Otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda beberapa wilayah, termasuk Kota Makkah, sepanjang pekan ini. Kota Suci tersebut berpotensi mengalami banjir akibat hujan lebat.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan hujan deras disertai hujan es akan terjadi di JazanAsirAl Baha, dan Makkah. Kondisi ini bisa memicu banjir bandang dan membuat jalan-jalan menjadi berbahaya.

Pihak berwenang di Makkah mengimbau pengendara agar berhati-hati saat berkendara, menghindari daerah rawan banjir, dan menjauhi genangan air. Beberapa provinsi juga diprediksi akan diterjang badai petir mulai Senin hingga Sabtu mendatang. 

Warga diminta terus memantau informasi cuaca untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Baca Juga  Dambaan Masyarakat Sungai Limau Teralisasi Pembangunan Pengendalian Banjir Cekdam Bernilai 11 Milyar dari BNPB Pusat

Selain itu, masyarakat diimbau mengambil langkah antisipasi, terutama bagi mereka yang tinggal di dataran rendah atau wilayah rawan banjir, agar tetap waspada selama periode badai.

Kejadian hujan deras pekan lalu telah menimbulkan banjir di sebagian wilayah Saudi. Hujan yang turun pada Rabu malam, 27 Agustus, menyebabkan banjir di wilayah barat daya, termasuk Muhayil Asir, yang menghanyutkan banyak kendaraan dan merusak jalan-jalan.

Pusat Meteorologi Nasional menegaskan, kondisi cuaca buruk dengan potensi badai petir dan banjir bandang masih menjadi ancaman bagi sebagian besar wilayah Arab Saudi. 

Prakiraan menunjukkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di setidaknya 10 wilayah, dengan dampak terberat di Najran, Jazan, Asir, Al Baha, Makkah, dan Madinah.

Baca Juga  Banjir Mendadak di Sungai Ringin, Mahasiswa UIN Walisongo Terbawa Arus

Selain banjir, hujan es, angin kencang, dan badai pasir juga berpotensi mengganggu jarak pandang di sejumlah daerah. (des*)