Padang  

Generasi Muda Terancam, Polresta Padang Perketat Penindakan Narkoba

Kasat Resnarkoba AKP Martadius
Kasat Resnarkoba AKP Martadius

Padang – Peredaran narkoba di Kota Padang masih menjadi ancaman serius yang mengkhawatirkan, terutama bagi masa depan generasi muda. Polresta Padang mencatat, dalam tiga tahun terakhir ratusan kasus narkotika berhasil diungkap, dengan barang bukti berupa ganja, sabu, hingga ekstasi dalam jumlah besar.

Pada 2023, kasus penyalahgunaan narkoba melonjak drastis. Sebanyak 325 perkara berhasil ditangani dengan barang bukti mencapai 11,8 kilogram ganja, 937,74 gram sabu, dan 88 butir ekstasi. Polisi juga menetapkan 418 tersangka, terdiri dari 402 laki-laki dan 16 perempuan. Dari sisi usia, 20 tersangka masih di bawah umur, 167 orang berusia 19–25 tahun, 136 orang berusia 26–35 tahun, dan 220 orang di atas 36 tahun. Jika dilihat dari profesi, pekerja swasta paling banyak terlibat dengan 195 orang, disusul pengangguran (98 orang), buruh harian (86 orang), serta sisanya pelajar, mahasiswa, wiraswasta, satu PNS, seorang oknum polisi, dan seorang petani.

Situasi makin mengkhawatirkan pada 2024. Jumlah kasus naik menjadi 351 perkara, dengan barang bukti yang disita lebih besar: 14 kilogram ganja, 1,55 kilogram sabu, dan 154 butir ekstasi. Sebanyak 429 orang ditetapkan sebagai tersangka, mayoritas laki-laki. Dari data usia, 18 orang masih di bawah 18 tahun, 108 orang berusia 19–25 tahun, 167 orang berusia 26–35 tahun, dan 136 orang di atas 36 tahun. Lagi-lagi, pekerja swasta mendominasi dengan 174 orang, diikuti pengangguran (129 orang), buruh (91 orang), serta beberapa mahasiswa, pelajar, dan petani.

Baca Juga  DP3AP2KB Sumbar Fokuskan Pengembangan Ekraf di Kampung KB

Memasuki 2025, tren kasus menunjukkan penurunan. Hingga Juli, tercatat 160 kasus dengan 201 tersangka. Barang bukti yang diamankan meliputi 896,27 gram ganja, 305,35 gram sabu, serta 1.725 butir ekstasi.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, melalui Kasat Resnarkoba AKP Martadius, menyebut penurunan ini menjadi sinyal positif meski belum sepenuhnya menjamin keamanan. “Tren ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, mulai dari tokoh agama, stakeholder, hingga masyarakat. Harapan kami, jumlah kasus bisa terus menurun hingga akhir tahun,” ujarnya.

Martadius menambahkan, posisi Padang yang strategis sebagai ibu kota provinsi sekaligus jalur penghubung Sumbar dengan Riau dan Jambi membuat kota ini rawan dijadikan pintu masuk narkoba. Ia menegaskan sabu masih menjadi jenis narkotika yang paling dominan karena mudah diselundupkan dan bernilai tinggi di pasaran.

Baca Juga  Operasi Narkoba di Tangsel Terungkap, 9 Tersangka Dibekuk

Meski kasus di 2025 menurun, Polresta Padang memastikan perang melawan narkoba tidak akan berhenti. Selain penindakan hukum, upaya pencegahan melalui edukasi, pendekatan sosial, hingga rehabilitasi pengguna terus digalakkan. “Perang narkoba bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut moral, kesehatan, dan masa depan generasi muda,” tegasnya.(des*)