Padang  

Padang Incar Pengakuan Internasional lewat Kuliner

Wali Kota Padang, Fadly Amran
Wali Kota Padang, Fadly Amran

Padang Kota Padang kini tengah bersiap menempatkan diri sebagai kota gastronomi, meski istilah tersebut masih belum familiar bagi banyak orang. Secara etimologis, kata gastronomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu gaster yang berarti perut, dan nomos yang berarti aturan atau hukum. Secara sederhana, gastronomi dapat dipahami sebagai ilmu dan seni yang mempelajari hubungan antara makanan dan budaya.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang ke-356, Pemerintah Kota Padang mengangkat tema “Taste of Padang Experience”, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan, “Tema gastronomi ini kami angkat karena kekayaan kuliner, tradisi, budaya, dan industri kreatif Kota Padang. Harapannya, kota kita dapat memperoleh pengakuan internasional melalui creative city network.”

Baca Juga  Polda Sumbar Antisipasi 9 Potensi Kerawanan Selama Nataru 2024

Konsep gastronomi sangat relevan dengan Kota Padang, di mana makanan, budaya, dan identitas masyarakatnya saling terhubung. Kota ini memiliki beragam kuliner khas yang menjadi ciri identitasnya. Salah satunya adalah es durian, hidangan manis yang populer sebagai pencuci mulut. Es durian biasanya terdiri dari durian segar yang diolah dengan santan dan gula menjadi saus, ditambah es serut, susu kental manis, serta berbagai topping seperti buah kelapa, alpukat, es krim, atau cincau. Hidangan ini bisa dinikmati di sejumlah lokasi di Kota Padang dengan beragam variasi.

Baca Juga  Masyarakat Dipersilakan Gunakan Kayu Banjir Setelah Pelaporan

Dengan menjadikan gastronomi sebagai fondasi, Kota Padang diproyeksikan akan menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Peningkatan kunjungan wisatawan ini diharapkan membawa dampak positif, baik bagi sektor pariwisata maupun kesejahteraan masyarakat setempat.(des*)