131 Personel PLN Siaga Amankan Kelistrikan Upacara Kemerdekaan

Upacara HUT RI ke-80 di Istana Negara.
Upacara HUT RI ke-80 di Istana Negara.

Jakarta – PT PLN (Persero) sukses menjaga keandalan pasokan listrik sepanjang rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8).

Acara kenegaraan yang meliputi Malam Renungan Suci, Upacara Detik-Detik Proklamasi, hingga Penurunan Bendera Merah Putih berlangsung khidmat, meriah, serta sarat nilai kebangsaan berkat dukungan sistem kelistrikan berlapis dari PLN.

Kepala Biro Umum Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden, Brigjen TNI Mulyadi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PLN atas kontribusi menjaga kelancaran acara.

“Kesiapan dan kerja PLN luar biasa. Kehadiran mereka memberi rasa aman, sehingga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan penuh khidmat. PLN telah menjadi bagian penting dari suksesnya momen bersejarah ini,” ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa HUT ke-80 RI bukan sekadar seremoni, melainkan momentum sakral untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan merayakan kemerdekaan bangsa.

Baca Juga  Mayjen TNI Djon Afriandi, Ormas yang Ganggu Keamanan Harus Ditindak Tegas

“PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tapi juga menyalurkan semangat kebangsaan. Kami berdiri bersama rakyat, memastikan setiap detik upacara berjalan tanpa gangguan. Keandalan listrik ini adalah bentuk dedikasi kami untuk Indonesia yang maju dan merdeka seutuhnya,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan, keberhasilan menjaga pasokan listrik merupakan hasil persiapan matang dan kerja sama seluruh tim. Sejak awal Agustus, PLN telah menetapkan masa siaga khusus kelistrikan Jakarta dengan melakukan asesmen sistem, simulasi beban, hingga pengujian menyeluruh.

“Kami memastikan setiap perangkat cadangan siap digunakan. Semua dijalankan dengan presisi, cepat, dan tepat,” tambahnya.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menyebut pengamanan listrik dilakukan dengan sistem berlapis, mulai dari suplai 2 subsistem, 4 gardu induk, 4 penyulang, otomatisasi penuh melalui SCADA, 8 unit UPS berkapasitas total 3.200 kVA, hingga generator dengan daya 8.000 kVA.

Baca Juga  Hasto Kristiyanto Diborgol, KPK Lakukan Penahanan

Seluruh sistem itu dipantau secara real-time melalui control center di Powerhouse PLN Kompleks Istana Kepresidenan, didukung 131 personel yang siaga 24 jam di 7 posko strategis.

“Kami menyiapkan strategi pengamanan kelistrikan secara menyeluruh dan menempatkan personel di titik-titik vital. Semua demi memastikan upacara kenegaraan berlangsung sempurna tanpa gangguan listrik,” tegas Andy.(des*)