Agam  

Letusan Marapi Terekam 27 Detik di Seismogram

Gunung Marapi Meletus
Gunung Marapi Meletus

AgamGunung Marapi, yang membentang di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu (13/8) siang. Letusan tercatat terjadi pukul 12.02 WIB dengan kolom abu yang membumbung hingga mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, menjelaskan bahwa letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 6,3 mm dan durasi sekitar 27 detik. “Aktivitas ini menunjukkan adanya pelepasan energi magma dari dalam perut bumi yang cukup signifikan, meskipun intensitasnya masih dalam level yang dapat dikelola,” kata Teguh.

Sejak letusan tersebut, Gunung Marapi tetap berada dalam status Waspada (Level II). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak melakukan kegiatan apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah Verbeek, yang menjadi pusat aktivitas gunung. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera akibat lontaran batu vulkanik atau abu panas.

Selain itu, PVMBG memperingatkan adanya potensi lahar dingin, terutama saat musim hujan. Lahar dingin bisa terbentuk ketika hujan deras membawa material vulkanik yang masih menumpuk di lereng gunung ke aliran sungai di sekitarnya. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi diingatkan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar dingin.

Dalam situasi hujan abu, warga diimbau untuk menggunakan masker agar saluran pernapasan terlindungi dari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu, PVMBG juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi hujan deras, karena dapat memicu banjir lahar dingin serupa yang terjadi pada 11 Mei 2024, yang menelan puluhan korban jiwa.

Petugas juga menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya selalu mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Marapi melalui media sosial PVMBG dan instansi terkait, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik seperti letusan freatik kecil, gempa vulkanik, atau abu yang menyebar lebih luas. Langkah-langkah pencegahan ini penting untuk menjaga keselamatan warga serta wisatawan yang berada di wilayah terdampak.(des*)