Solok  

OMC Bantu Atasi Kekeringan Ekstrem di Kabupaten Solok

Ilustrasi
Ilustrasi

Solok – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang menghasilkan hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Upaya ini terbukti efektif dalam meredam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membantu mengatasi kekeringan yang telah melanda wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir.

“Alhamdulillah, perjuangan kami ke BNPB membuahkan hasil. BMKG telah melakukan OMC dan hujan mulai turun di beberapa titik,” ujar Bupati Solok, Jon Firman Pandu, Minggu (3/8).

Operasi ini merupakan respons atas kondisi darurat akibat musim kemarau ekstrem yang berlangsung lebih dari dua bulan, menyebabkan krisis air bersih dan meningkatnya kebakaran hutan. Pemerintah Kabupaten Solok sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat dan menyampaikan laporan langsung kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

Baca Juga  Petugas Ingatkan Pengemudi Cek Kendaraan Sebelum Beroperasi

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Dedi Kurniawan, mengatakan bahwa operasi tersebut berlangsung selama lima hari dan difokuskan di wilayah Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota—dua daerah yang terdampak paling parah.

“Wilayah ini sudah mengalami kekeringan lebih dari 60 hari tanpa hujan. Dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam sektor pertanian dan ketersediaan air bersih,” jelas Desindra.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok per 19 Juli 2025 mencatat sebanyak 92 kejadian bencana, dengan 83 di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan. Khusus pada bulan Juli, terdapat 20 kasus karhutla serta dua kejadian pohon tumbang.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan cuaca dan siap bekerja sama kembali dengan BMKG dan BNPB jika diperlukan untuk mengantisipasi kondisi yang memburuk.

Baca Juga  Kearifan Lokal Kota Solok Tampil Lewat Seni Jerami Pelajar

“Berkat kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, hujan akhirnya turun dan ini sangat membantu, terutama bagi para petani yang terdampak,” tambah Bupati Jon Firman Pandu.(des*)