Dari Sembako ke Dapur Umum, Perjalanan Jane Katang Bangun Usaha di Kepulauan

Didukung BRI, Kisah Jane Katang Pemilik Usaha Sembako yang Kini Jadi Pemasok Program MBG.
Didukung BRI, Kisah Jane Katang Pemilik Usaha Sembako yang Kini Jadi Pemasok Program MBG.

Jakarta Jane Katang, seorang pelaku usaha dari Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memasok kebutuhan bahan pangan untuk dapur umum yang melayani ratusan sekolah di wilayahnya.

Melalui unit usaha sembako miliknya yang bernama Aiko Maju, Jane telah berkembang menjadi pemasok utama dalam program gizi tersebut, berkat dukungan pembiayaan produktif dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). BRI sendiri terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan UMKM, bahkan hingga ke wilayah terpencil seperti kepulauan.

Peran BRI dalam Mendukung UMKM Lokal
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa dukungan BRI terhadap UMKM tidak hanya sebatas pembiayaan, tetapi juga mencakup partisipasi dalam program-program sosial yang berdampak luas. Salah satunya melalui Program MBG yang membutuhkan rantai pasok kuat dan berkelanjutan.

“Program seperti ini memerlukan suplai yang konsisten dan sesuai standar. Usaha Aiko Maju membuktikan bahwa pelaku UMKM bisa memenuhi kebutuhan itu, bahkan dalam kondisi geografis yang cukup menantang,” ujar Hendy dalam keterangan tertulis, Minggu (3/8/2025).

Ia menambahkan, keterlibatan Aiko Maju menjadi bukti nyata strategi BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan dan mendukung agenda strategis nasional.

Baca Juga  Grace Natalie, Rosan Roeslani Masih Berada di Eropa

Dari Usaha Kecil hingga Penyuplai Program Nasional
Sebelum mendirikan Aiko Maju, Jane telah lebih dulu mengelola usaha di bidang kuliner dan percetakan. Melihat potensi dan kebutuhan di sekitarnya, ia memutuskan merambah ke bidang distribusi sembako. Kesempatan untuk berkontribusi dalam Program MBG datang seiring dengan dimulainya pelaksanaan program di wilayah Siau.

“Awalnya saya hanya memasok kebutuhan dasar seperti beras dan telur. Tapi permintaan semakin meningkat, sehingga saya memutuskan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke BRI agar bisa memenuhi kebutuhan program dengan lebih optimal,” cerita Jane.

Dengan pembiayaan tersebut, Aiko Maju kini menjadi pemasok bahan makanan untuk dapur umum yang melayani lebih dari 2.400 siswa dari 154 sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK di Pulau Siau.

Tantangan Distribusi di Wilayah Kepulauan
Sebagai pelaku usaha di daerah kepulauan, Jane menghadapi sejumlah kendala logistik, terutama dalam pengadaan bahan segar seperti buah. Beberapa komoditas masih harus didatangkan dari luar pulau, seperti dari Manado.

“Untuk buah, saya masih banyak ambil dari Manado karena belum semua tersedia di sini. Tantangannya adalah soal waktu pengiriman, karena kalau telat sedikit bisa rusak. Jadwal kapal harus benar-benar saya perhitungkan. Ini jadi tanggung jawab besar agar dapur umum tetap bisa menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak,” jelasnya.

Baca Juga  Ekonom Minta Bunga KUR untuk Petani Diturunkan

Untuk bahan lain seperti sayur dan ikan, Jane lebih memilih membeli langsung dari pasar lokal di Siau untuk menjaga kesegaran dan mendukung petani serta nelayan setempat.

Bukti Kontribusi Nyata UMKM
Perjalanan Jane Katang dan Aiko Maju menunjukkan bagaimana pelaku usaha mikro bisa berkembang dan mengambil peran strategis dalam mendukung program sosial berskala nasional. Dukungan dari lembaga keuangan seperti BRI menjadi katalis penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas.(BY)