Netanyahu Dinilai Tak Tegas, IDF Hadapi Tekanan Ganda

Eyal Zamir
Eyal Zamir

Jakarta– Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Eyal Zamir, dikabarkan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri apabila proses negosiasi pembebasan sandera dengan Hamas di Jalur Gaza terus mengalami jalan buntu.

Laporan dari media Israel *Yedioth Ahronoth* menyebutkan bahwa Zamir menghadapi tekanan besar dari berbagai pihak, khususnya oposisi, agar segera melanjutkan pembicaraan gencatan senjata. Namun, putaran terakhir perundingan yang digelar di Doha, Qatar, belum menghasilkan kesepakatan, dan belum ada tanda-tanda perundingan akan dilanjutkan.

Situasi ini memperparah ketegangan antara Zamir dan para pemimpin politik Israel. Relasi mereka disebut semakin merenggang, hingga pada titik di mana pengunduran diri dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar jika kebuntuan tak terpecahkan. Permasalahan utama berfokus pada upaya pembebasan sandera Israel yang masih ditahan di Gaza, serta kelanjutan operasi militer tanpa arah politik yang jelas. Meski sejumlah operasi militer telah dilakukan, upaya memulangkan para sandera belum membuahkan hasil.

Baca Juga  Gudang Amazon Ambruk karena Tornado, 6 Orang Dilaporkan Tewas

Ketegangan antara militer dan pemerintah sipil kini telah mencapai puncaknya. Beberapa anggota kabinet bahkan dilaporkan semakin sering melontarkan kritik tajam terhadap militer, terutama dalam rapat-rapat pemerintahan.

Dalam laporan Channel 12, Zamir dikatakan merasa frustrasi dengan konflik yang terus memburuk antara militer dan elite politik. Ia mendorong pemerintah segera menetapkan arah dan keputusan yang tegas terkait kelanjutan perang di Gaza.

Baca Juga  Militer AS Bantu Kapal Tanker Israel Diserang di Laut Arab

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut belum menunjukkan sikap yang tegas, kerap mengeluarkan pernyataan yang ambigu, sehingga beban penanganan konflik Gaza sepenuhnya ditanggung oleh pihak militer.(des*)