Jakarta – Dunia sepak bola tengah berduka atas kabar meninggalnya Diogo Jota, pemain asal Portugal yang membela klub Inggris, Liverpool. Ia dilaporkan menjadi korban kecelakaan mobil yang diduga disebabkan oleh ban kendaraan yang tiba-tiba pecah.
Pecah ban merupakan salah satu penyebab umum terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalan tol atau saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Kurangnya pengetahuan pengemudi dalam menghadapi situasi darurat seperti ini seringkali memperburuk keadaan.
Bagaimana Menghadapi Pecah Ban Saat Berkendara?
Instruktur keselamatan berkendara dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa cara menghadapi pecah ban berbeda tergantung dari posisi ban yang mengalami kerusakan—apakah di bagian depan atau belakang.
Dalam simulasi yang ia sampaikan, pecah ban diasumsikan terjadi pada mobil jenis SUV yang sedang melaju hingga 100 km/jam.
Jika Ban Depan Pecah
Ketika ban depan mengalami pecah, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Menurut Jusri, pengemudi tidak disarankan langsung mengerem secara mendadak karena justru bisa memperparah keadaan.
“Pertahankan kecepatan sejenak, jangan langsung rem mendadak. Pegang kemudi dengan mantap dan arahkan kendaraan tetap pada jalur,” jelas Jusri, Jumat (4/7/2025).
Ia menambahkan, pengereman tiba-tiba saat ban depan pecah akan memindahkan beban kendaraan ke depan, membuat kendali kemudi menjadi sulit, dan mobil bisa menarik ke arah ban yang pecah. Oleh karena itu, penurunan kecepatan sebaiknya dilakukan secara perlahan sambil menepi secara bertahap.
Jika Ban Belakang Pecah
Berbeda dengan ban depan, bila ban belakang yang pecah, pengemudi juga dilarang panik, namun pengereman bisa dilakukan lebih awal.
“Karena beban di roda belakang berkurang saat kecepatan diturunkan, maka mobil akan lebih mudah dikendalikan saat ban belakang pecah,” ujar Jusri.
Dalam kondisi ini, menjaga kestabilan arah kemudi tetap menjadi prioritas, sambil menurunkan kecepatan dan mencari tempat aman untuk berhenti.
Tips Pencegahan: Cek Tekanan dan Kondisi Ban
Jusri juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan udara secara rutin. Ban yang tekanan udaranya sesuai standar akan memiliki daya cengkeram lebih baik dan membantu menjaga suhu ban tetap stabil, sehingga mengurangi risiko meledak saat berkendara.
Pengecekan ini sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh atau melaju di kecepatan tinggi.(BY)












